Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kopdes Merah Putih Jadi Penyelamat Rantai Pasok Pedesaan

📅 Senin, 25 Agu 2025, 18:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kopdes Merah Putih Jadi Penyelamat Rantai Pasok Pedesaan Doc: ANTARA/Shofi Ayudiana
Ket. Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDT, Samsul Widodo, memberikan materi dalam pelepasan Tim Ekspedisi Patriot di Jakarta, Senin (25/8/2025).

JAKARTA - Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) dinilai berpotensi menjadi solusi atas tantangan logistik di pedesaan dengan memperkuat jaringan distribusi barang, menekan biaya transportasi, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dan layanan ekonomi. 

Namun, keberhasilan inisiatif ini bergantung pada tata kelola yang transparan, dukungan infrastruktur dasar, serta kolaborasi dengan pemerintah dan swasta. 

Tanpa pengawasan dan model bisnis berkelanjutan, Kopdes berisiko hanya menjadi proyek jangka pendek yang tidak mampu menjawab persoalan struktural logistik desa secara menyeluruh.

Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menilai Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) bisa menjadi solusi untuk mengatasi tantangan logistik di pedesaan.

Dalam pelepasan Tim Ekspedisi Patriot di Jakarta, Senin (25/8), Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDT, Samsul Widodo, menyoroti bahwa Indonesia, sebagai negara kepulauan, masih belum memiliki sistem logistik perdesaan yang terintegrasi.

"Banyak kabupaten tidak punya fasilitas cold storage (gudang pendingin)," ujarnya.

Ia mencontohkan di beberapa daerah seperti Bengkulu, pasokan ayam untuk restoran cepat saji masih harus dikirim dari Jakarta setiap tiga hari sekali dan disimpan dalam chest freezer, bukan cold storage, sementara di Kalimantan, fasilitas serupa hampir tidak ada.

Kondisi ini disebutnya menyebabkan ketidakseimbangan pasokan dan permintaan (oversupply dan overdemand) yang seringkali memicu inflasi. Untuk mengatasinya, Samsul menekankan pentingnya pembangunan gudang yang terkoneksi secara digital.

"Kalau gudang-gudang ini terkoneksi secara digital, kita bisa mengendalikan yang namanya oversupply, overdemand," kata dia.

Koperasi Desa Merah Putih diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam digitalisasi logistik ini. Melalui pemanfaatan plafon kredit pemerintah, koperasi ini dapat membangun infrastruktur penting seperti cold storage dan fasilitas pendukung lainnya.

Hingga saat ini, lebih dari 80 ribu unit Kopdes sudah berbadan hukum. Dari jumlah tersebut, 35.000 unit telah memiliki akun microsite, dengan 2.900 unit sudah memperbarui data mereka. Pemerintah menargetkan 15 ribu Kopdes dapat beroperasi penuh pada Agustus 2025.

Setiap koperasi yang beroperasi harus memenuhi kriteria minimal, yaitu memiliki satu gerai usaha dan lokasi yang terverifikasi. Ke depannya, setiap Kopdes akan memiliki berbagai unit usaha, mulai dari gerai sembako, LPG, dan pupuk bersubsidi, hingga klinik, apotek, pergudangan, logistik, dan unit simpan pinjam.

Samsul juga menyoroti kurangnya pendidikan logistik di perguruan tinggi Indonesia, padahal bidang ini sangat krusial bagi negara kepulauan.

Ia berharap 2.000 mahasiswa dari Tim Ekspedisi Patriot dapat membantu menyelesaikan masalah logistik ini melalui riset dan pemetaan potensi ekonomi. Langkah ini diharapkan dapat menjadikan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan baru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.