Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamen Diktisaiintek: Riset Adalah Investasi Strategis untuk Perekonomian Nasional

📅 Minggu, 24 Agu 2025, 17:00 WIB | Oleh:
Wamen Diktisaiintek: Riset Adalah Investasi Strategis untuk Perekonomian Nasional Doc: Antara

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (Diktisaiintek) RI kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat riset sebagai instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Wakil Menteri Diktisaiintek Stella Christie menekankan riset tidak boleh dilihat semata sebagai beban finansial, melainkan sebagai investasi jangka panjang bagi kesejahteraan bangsa.

"Riset merupakan motor penggerak ekonomi secara langsung. Melampaui wacana, riset dapat memberikan hasil nyata, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu.

Christie menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri untuk memastikan hasil riset tidak berhenti di laboratorium. Menurutnya, riset harus melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar sehingga dapat mendukung perekonomian.

"Sangat penting membiasakan perguruan tinggi kita untuk meneliti, karena riset melahirkan inovasi yang dapat menstimulasi perekonomian, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat posisi global Indonesia," kata Stella Christie.

Sebagai langkah konkret, ia mencontohkan program Diktisaiintek Berdampak yang dirancang untuk membimbing perguruan tinggi agar riset dapat diubah menjadi solusi praktis bagi persoalan nasional. Melalui program ini, perguruan tinggi didorong tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga menjadi motor pembangunan berbasis sains.

Kementerian juga mendorong penguatan kerja sama lintas sektor, melibatkan universitas, lembaga riset, dunia usaha, dan komunitas. Fokus riset diarahkan pada sektor strategis seperti ketahanan pangan, kesehatan, transisi energi, serta digitalisasi yang dinilai mampu menopang kemandirian bangsa.

Selain itu, Christie menekankan perlunya Indonesia mempercepat riset dan inovasi untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam yang dimiliki. Menurutnya, sumber daya alam yang melimpah harus diolah dengan pendekatan berbasis pengetahuan agar memberikan nilai tambah tinggi.

Sebagai contoh, ia menyoroti posisi Indonesia sebagai salah satu produsen rumput laut terbesar dunia. Ia juga menyinggung tren ekspor daun nilam dari Aceh, yang dinilai berhasil dikembangkan berkat kontribusi riset dalam rantai pasok global.

Dengan penguatan riset dan inovasi, pemerintah optimistis Indonesia mampu meningkatkan daya saing global sekaligus memperkokoh fondasi ekonomi nasional. Riset, menurut Christie, bukan hanya soal pengetahuan, melainkan strategi penting untuk masa depan bangsa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.