Sumsel Kerahkan Tiga Heli Padamkan Kebakaran Hutan OKI
📅 Minggu, 24 Agu 2025, 19:43 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
PALEMBANG – Untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengerahkan tiga unit helikopter untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman di Palembang, Minggu,mengatakan kebakaran itu terdeteksi dari pemantauan helikopter patroli udara yang melaporkan adanya fire spot dan asap tebal. "Tiga helikopter dikerahkan untuk pemadaman di Pangkalan Lampam, OKI. Total dilakukan 95 kali water bombing ke titik-titik api yang terus menjalar ke tempat lain," katanya.
Ia menjelaskan 95 kali water bombing itu, air yang ditumpahkan ke area yang terbakar sebanyak 380 ribu liter yang diambil dari area sekitar. Luas area yang terbakar di Pangkalan Lampam sekitar 3 hektare. Area yang terbakar itu berpotensi meluas karena bahan bakaran yang mengering.
Sedangkan, dari hasil patroli udara, sejumlah wilayah di Sumsel terpantau terbakar. Selain di OKI, lahan terbakar di area perkebunan juga terjadi di Kecamatan Madang Suku I, OKU Timur yang diperkirakan seluas 2 hektare. Dan di Kecamatan Lubai, Muara Enim, yang diperkirakan seluas 1 hektare. "Patroli udara mendapati 3 lokasi karhutla di Sumsel dengan lahan terbakar seluas 6 hektare," jelasnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan menetapkan waspada kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berakhir Agustus 2025, meskipun kondisi saat ini sering dilanda hujan cukup deras. "Agustus ini sebenarnya puncak musim kemarau, hingga kita tetap waspada Karhutla," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin Husni Thamrin di Banjarmasin, Sabtu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, musim kemarau mulai melandai memasuki bulan September 2025, hingga kewaspadaan Karhutla bisa dilonggarkan. "Saat ini kita tetap waspada tinggi Karhutla, meskipun beberapa waktu ini sering terjadi hujan," ujarnya. Husni Thamrin mengatakan, terjadinya hujan belakang ini karena dilakukan modifikasi cuaca, yakni untuk mengantisipasi Karhutla.
"Jadi pemerintah provinsi melalui BPBD Kalsel meminta bantuan ke Kementerian Lingkungan Hidup untuk modifikasi cuaca di musim kemarau ini, sehingga sering hujan saat ini," ujarnya. Diungkapkan dia, curang hujan cukup tinggi di bulan Agustus ini, hingga tanggal 21, kemudian dilanjutkan hingga 26 Agustus terjadi hujan sedang.
"Hujan memang terjadi alami, dipengaruhi lagi dilakukan modifikasi cuaca dari Kemen LH, hingga cukup signifikan mencegah Karhutla," ujarnya. Husni Thamrin menyatakan, hingga kini kawasan hutan dan lahan di Kota Banjarmasin masih terjaga dari Karhutla.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!