Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Krisis Sunyi, Retardasi Bicara dan Ancaman bagi Generasi Indonesia

📅 Sabtu, 23 Agu 2025, 12:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Krisis Sunyi, Retardasi Bicara dan Ancaman bagi Generasi Indonesia Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Anak bermain gawai.

JAKARTA – Di balik semaraknya dunia digital dan kecanggihan teknologi, Indonesia dihadapkan pada fenomena sunyi yang mengkhawatirkan, yaitu meningkatnya kasus retardasi bicara (speech delay) pada anak-anak.

Kondisi ini kini tak lagi terbatas pada kelompok tertentu, melainkan meluas ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk kelas menengah urban yang akrab dengan gawai sejak dini.

Retardasi bicara adalah kondisi ketika anak tidak mencapai tonggak perkembangan bahasa dan komunikasi yang seharusnya sesuai usianya. Data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menunjukkan bahwa jumlah kasus speech delay meningkat signifikan dalam satu dekade terakhir.

Prevalensi speech delay beragam dari berbagai penelitian. Data Kementerian Kesehatan pada 2022 menyebut prevalensi retardasi bicara mencapai 5 sampai 10 persen di Indonesia. IDAI pada 2023, mencatat retardasi bicara pada anak usia prasekolah di Indonesia mencapai 5 sampai 8 persen.

Sementara data penelitian lain pada 2023 juga menyebutkan prevalensinya mencapai 32 persen dari jumlah populasi anak Indonesia, dan penelitian di RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo sepanjang 2022 menemukan 65 anak dengan rekam medis speech delay.

Salah satu penyebab utamanya adalah paparan gadget dan konten digital seperti YouTube yang terlalu dini dan berlebihan.

Gawai, yang seringkali dianggap sebagai solusi instan pengalih perhatian anak, obat bagi anak yang tantrum, cara jitu untuk membuat anak tenang, justru menjadi bumerang.

Banyak orang tua yang tanpa sadar menyerahkan kendali pengasuhan kepada layar seperti melalui video edukatif, lagu anak, atau animasi lucu yang menjadi teman sehari-hari si kecil. Namun, alih-alih mempercepat perkembangan bahasa, kebiasaan ini justru menghambat interaksi dua arah yang krusial dalam membentuk kemampuan bicara anak.

Ketika anak menatap layar dalam waktu lama, ia tidak belajar meniru ekspresi, mendengar intonasi percakapan alami, atau merespons secara aktif terhadap lingkungan sekitarnya.

Ia menjadi penerima pasif karena hanya mendengar dan melihat, bukan komunikator aktif yang bereaksi secara timbal balik. Ini berbeda jauh dengan interaksi manusia langsung yang melibatkan emosi, bahasa tubuh, serta umpan balik verbal dan non-verbal yang kompleks.

Dalam jangka panjang, retardasi bicara tak hanya berdampak pada keterampilan komunikasi. Ia berpotensi menghambat perkembangan kognitif, kemampuan bersosialisasi, kepercayaan diri, bahkan prestasi akademik anak.

Salah satu TK inklusi yang menerima anak-anak berkebutuhan khusus di Jakarta Selatan, Sekolah Aluna Montesori, jadi satu contoh di mana kasus retardasi bicara kian meningkat.

Sekolah yang dulunya didirikan untuk mengakomodasi anak dengan keterbatasan pendengaran ini kini lebih banyak mendapati anak yang mengalami retardasi bicara ketimbang mereka yang spesial sejak lahir.

Kenapa ini menjadi sasalah nasional?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.