KLH: Indonesia Butuh 300 Triliun Investasi untuk Kelola Sampah
📅 Jumat, 22 Agu 2025, 15:00 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: RRI/Ryan Suryadi
JAKARTA - Indonesia tengah melaksanakan transformasi besar dalam pengelolaan sampah. Dari data Kementerian Lingkungan Hidup, saat ini telah tersedia 250 Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Kemudian sebanyak 42.033 Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), serta fasilitas modern seperti biodigester Refuse-Derived Fuel (RDF). Selain itu, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di 33 kota besar.
"Sebanyak 343 TPA terbuka tengah dikonversi menjadi sanitary landfill. Inisiatif ini diperkirakan membutuhkan investasi Rp300 triliun dan terbuka bagi partisipasi swasta melalui pendekatan pentahelix," kata Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, Kamis (21/8).
Hanif mengatakan, transformasi besar ini diperkirakan membutuhkan investasi hingga Rp300 triliun dan membuka ruang luas bagi partisipasi multipihak. National Plastic Action Partnership (NPAP) diharapkan menjadi platform strategis untuk mobilisasi pendanaan non-pemerintah.
Hanif menyebut, biaya Rp300 triliun diperlukan untuk mencapai pengelolaan sampah 100 persen pada 2029. Termasuk untuk mentransformasi tempat pemrosesan akhir (TPA) open dumping.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Biaya itu sendiri diperlukan untuk dapat mencapai kondisi pengelolaan sampah 100 persen pada 2029. Termasuk untuk sampah plastik, sesuai dengan target pemerintah yang tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)," ucap Hanif. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!