Menanti Arah Kebijakan The Fed, Kamis 21 Agustus
📅 Kamis, 21 Agu 2025, 08:30 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: istimewa
JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi kembali melanjutkan pelemahannya, hari ini (21/8). Peluang pelemahan makin terbuka apabila bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed mengisyaratkan kebijakan hawkish atau mempertahankan bunga acuan di level tinggi.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong melihat investor menantikan pidato Gubernur The Fed Jerome Powell. Apabila bernada hawkish seperti yang diperkirakan, dollar AS akan kembali menguat dan rupiah kembali tertekan. Karenanya, Lukman memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Kamis (21/8), bergerak melemah di kisaran 16.200 - 16.350 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Rabu (20/8) sore, melemah 26 poin atau 0,16 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.271 rupiah per dollar AS. “Pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi keputusan Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan,” ujar Research and Development ICDX, Taufan Dimas.
Taufan menambahkan tekanan datang setelah BI memangkas suku bunga acuan yang dimaksudkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Namun, kebijakan itu berimbas pada menurunnya daya tarik aset berdenominasi rupiah akibat menyempitnya selisih imbal hasil dengan dollar AS
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!