Ekonomi Dunia 2025 Berpotensi Lebih Rendah dari proyeksi
📅 Kamis, 21 Agu 2025, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSementara itu, beberapa ekonom mempertanyakan terkait indikator yang memperlihatkan melemahnya permintaan domestik, sementara yang lain memperhatikan adanya hambatan terhadap pertumbuhan yang disebabkan oleh tarif AS.
“Pertumbuhan semester pertama mungkin lebih kuat dari perkiraan, tetapi semester kedua penuh tantangan mengingat tarif AS yang lebih tinggi dan keyakinan konsumen yang masih rapuh,” kata ekonom Maybank, Brian Lee di Jakarta.
Ekspor Indonesia ke Amerika Serikat telah dikenakan tarif 19 persen sejak 7 Agustus, tingkat yang sama dengan Thailand, Malaysia, Filipina, dan Kamboja.
Sebagai tanda permintaan yang masih lemah pada kuartal ini, pertumbuhan kredit pada bulan Juli melambat menjadi 7,03 persen, terendah sejak Maret 2022. BI menyalahkan hal ini pada pilihan bank untuk menyimpan kelebihan likuiditas dalam bentuk surat berharga daripada menyalurkan kredit dan mengurangi suku bunga kredit dengan laju yang lebih lambat.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Bank Indonesia jelas ingin mendukung pertumbuhan ekonomi dan selama inflasi tetap terkendali dan rupiah bertahan dengan baik, kemungkinan ada ruang untuk pelonggaran moneter lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang,” tulis Jason Tuvey, analis Capital Economics, dalam sebuah catatan, yang memprediksi pemangkasan lebih lanjut akan membawa suku bunga acuan ke 4,50 persen pada akhir tahun.
Lee dari Maybank memperkirakan pemangkasan sebesar 50 bps lagi tahun ini dan 50 bps lagi tahun depan guna mendorong pertumbuhan, seraya mencatat target pertumbuhan pemerintah sebesar 5,4 persen untuk tahun 2026, yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto minggu lalu.
Prabowo mengusulkan kepada parlemen anggaran sebesar 234 miliar dollar AS untuk tahun 2026, peningkatan 7,3 persen dari prospek anggaran tahun ini, dengan peningkatan besar dalam pengeluaran untuk pertahanan dan program pangan dan gizi andalannya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!