Trump Ingin Menggelar Pertemuan Trilateral dengan Putin dan Zelenskyy
📅 Selasa, 19 Agu 2025, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump seperti dilaporkan Axios berniat menggelar pertemuan trilateral dengan pemimpin Russia dan Ukraina paling cepat pada 22 Agustus mendatang.
Menyusul pertemuan pada Jumat lalu dengan Presiden Russia, Vladimir Putin di Alaska, Trump mengatakan kepada para pemimpin Eropa melalui telepon bahwa dia akan mengatur pertemuan dengan Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenksyy. Putin seperti dikutip dari Antara belum memberi jawaban terkait usulan pertemuan tiga pihak itu.
Trump dan Putin mengadakan pertemuan puncak penting di Anchorage, Alaska, pada Jumat, menandai pertemuan tatap muka pertama antara kedua pemimpin sejak invasi Russia ke Ukraina pada Februari 2022. Pertemuan itu juga merupakan kunjungan pertama Putin ke AS untuk berunding dengan Presiden AS sejak 2007.
Putin dalam konferensi pers setelah pertemuan puncak mengatakan bahwa pihaknya dan Trump telah mencapai “kesepahaman”.
Di sisi lain, Trump mengatakan mereka telah mencapai beberapa kemajuan, tetapi mengakui belum ada kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dukung Penyerahan Wilayah
Trump juga dilaporkan mendukung usulan yang memungkinkan Russia mengambil alih wilayah Ukraina yang tidak diduduki sebagai bagian dari perjanjian damai, menurut detail yang bocor dari panggilan telepon pasca KTT dengan para pemimpin Eropa.
Trump memberi tahu para pemimpin Eropa bahwa dia yakin penyelesaian dapat dicapai jika Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy setuju untuk menyerahkan wilayah Donbas, menurut laporan New York Times pada Sabtu, mengutip dua pejabat senior Eropa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Donbas adalah wilayah yang gagal direbut pasukan Russia meski telah bertempur lebih dari tiga tahun.
Dua sumber yang mengetahui perundingan Alaskan mengatakan kepada The Guardian bahwa Putin bersikeras agar Ukraina menarik diri dari Donbas, yang meliputi wilayah Donetsk dan Luhansk, sebagai prasyarat untuk mengakhiri perang, sementara mengusulkan kepada Trump pembekuan operasi di sepanjang garis depan lainnya.
Meski Russia menguasai hampir seluruh Luhansk, Ukraina masih menguasai wilayah-wilayah penting di Donetsk, termasuk Kramatorsk, Sloviansk, dan posisi-posisi yang dijaga ketat.
Putin dilaporkan memberi tahu Trump bahwa dia akan menghentikan kemajuan lebih lanjut dan membekukan garis depan di Kherson dan Zaporizhzhia dengan imbalan Donetsk dan Luhansk.
Trump mendukung penyerahan Donbas yang kaya mineral kepada Russia, menekankan preferensinya untuk kesepakatan damai daripada gencatan senjata, yang dia katakan dalam sebuah unggahan media sosial pada Sabtu (16/8) “sering kali tidak dapat dipertahankan’.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!