Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenbud Sampaikan Pesan Pelestarian Budaya Melalui Reog Ponorogo

📅 Senin, 18 Agu 2025, 13:25 WIB | Oleh:
Kemenbud Sampaikan Pesan Pelestarian Budaya Melalui Reog Ponorogo Doc: antara foto
Ket. Kemenbud Fadli Zon

JAKARTA - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) berupaya menyampaikan pesan pelestarian budaya dengan menampilkan kendaraan hias bertema Reog Ponorogo dan figure Ganong dalam Karnaval Kemerdekaan di Jakarta, Minggu (17/8) malam.

Mengusung tema "ReGo: Culture for Future" menggunakan singkatan dari Reog Ponorogo, Kementerian Kebudayaan menghadirkan kendaraan dengan hiasan Kepala Dadak Merak gagah dan figur Ganong penuh ekspresi.

Menurut keterangan pers kementerian yang dikonfirmasi pada Senin (18/8), Kepala Dadak Merak dan Ganong merupakan bagian penting dari Reog Ponorogo.

Kementerian Kebudayaan juga menampilkan wastra nusantara sebagai simbol keberagaman budaya yang memperkokoh persatuan bangsa serta ornamen dengan unsur alam pada kendaraan hiasnya.

Musik reog yang memadukan unsur tradisional dengan modern mengiringi perjalanan kendaraan tersebut, menyiratkan pesan budaya untuk masa depan.

Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) telah menetapkan Reog Ponorogo sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia.

Kesenian Reog Ponorogo menekankan kekuatan, keberanian, kebersamaan, ketekunan, ketangguhan, dan semangat juang, selaras dengan tema perayaan hari ulang tahun ke-80 Republik Indonesia, "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju."

"ReGo: Culture for Future" ditetapkan sebagai tema kendaraan hias untuk menyampaikan pesan pelestarian budaya kepada masyarakat.

ReGo, singkatan Reog Ponorogo, penulisannya sama dengan kata "rego" dalam bahasa Jawa yang berarti harga atau nilai.

Singkatan ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kebudayaan merupakan kekayaan bangsa yang bernilai, warisan leluhur yang harus diteruskan kepada generasi masa depan.

Sementara "Culture for Future" atau budaya untuk masa depan ditujukan untuk menyampaikan bahwa pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan warisan budaya merupakan fondasi dan inspirasi untuk masa depan.

Harapannya warisan budaya dapat terus dijaga sambil beradaptasi dengan perubahan zaman.

Kendaraan hias Kementerian Kebudayaan, yang bertulisan "Bukan Sound Horeg", ditumpangi oleh artis dan seniman ternama seperti Reza Rahadian, Christine Hakim, Happy Salma, Ali Fikri, Yulia Evina Bhara, Lukman Sardi, Sal Priadi, Aulia Sarah, Hanung Bramantyo, dan Melly Goeslaw.

Di sepanjang rute karnaval, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, serta para penampil menyapa warga dari truk ReGo dan membagikan suvenir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Advertisement
Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.