Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Patung Pancoran Jalani Konservasi, Pemprov DKI Jakarta Perbaiki Pedestal untuk Jaga Cagar Budaya

📅 Minggu, 17 Agu 2025, 08:45 WIB | Oleh:
Patung Pancoran Jalani Konservasi, Pemprov DKI Jakarta Perbaiki Pedestal untuk Jaga Cagar Budaya Doc: Istimewa

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan DKI Jakarta tengah melakukan konservasi pada pedestal atau tiang Patung Dirgantara yang lebih dikenal dengan nama Patung Pancoran. Patung ikonik tersebut telah ditetapkan sebagai cagar budaya sehingga wajib mendapatkan perawatan rutin dari pemerintah daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, menyampaikan bahwa upaya konservasi ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah untuk menjaga, merawat, dan melestarikan warisan bersejarah. Ia menjelaskan bahwa kondisi pedestal Patung Dirgantara saat ini sudah kurang baik karena banyak cat yang mengelupas dan permukaan ditumbuhi lumut.

“Patung Dirgantara itu merupakan bangunan cagar budaya. Supaya tetap lestari maka harus diperbaiki, karena kondisinya sudah berlumut dan jika dibiarkan dapat merusak struktur bangunan. Oleh karena itu, sesuai arahan Bapak Gubernur, tahun ini kita lakukan perbaikan pada pedestalnya,” ujar Miftah.

Konservasi yang dilakukan mencakup proses perapian dan pelapisan ulang pada bagian tiang patung agar tampilannya lebih rapi dan terawat. Miftah menjelaskan, tahap pertama dimulai dengan pengerokan cat lama yang sudah terkelupas untuk kemudian dilanjutkan dengan proses coating serta pengecatan khusus yang diperuntukkan bagi bangunan cagar budaya.

Pengerjaan konservasi Patung Dirgantara ini telah dimulai sejak 11 Agustus 2025 dan diperkirakan memakan waktu selama 60 hari kalender. Menurut Miftah, perbaikan tersebut ditangani oleh tenaga khusus berjumlah delapan hingga sepuluh orang yang terdiri dari pelaksana teknis, pengawas lapangan, dan petugas pengamanan area konservasi.

“Pekerjaan ini dilakukan oleh tenaga ahli yang memang berpengalaman di bidang konservasi cagar budaya. Anggarannya juga berasal dari Dinas Kebudayaan agar hasilnya sesuai dengan standar perawatan bangunan bersejarah,” kata Miftah.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan konservasi ini tidak hanya ditujukan untuk memperindah tampilan Patung Pancoran, melainkan juga memastikan kekuatan struktur pedestal tetap terjaga. Menurutnya, jika tidak dilakukan perawatan rutin, kerusakan yang kecil dapat berkembang menjadi permasalahan besar pada masa mendatang.

Miftah juga menambahkan bahwa Dinas Kebudayaan DKI Jakarta secara rutin mengalokasikan anggaran setiap tahun untuk konservasi bangunan dan monumen cagar budaya. Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga identitas kota sekaligus menghargai warisan dari generasi terdahulu.

“Ke depan, kami juga akan melakukan konservasi serupa terhadap patung-patung lain di Jakarta. Misalnya Patung Selamat Datang di Bundaran HI, Patung Lapangan Banteng, dan sejumlah patung bersejarah lainnya yang menjadi ikon ibu kota,” ungkap Miftah.

Patung Dirgantara atau Patung Pancoran sendiri merupakan salah satu landmark paling terkenal di Jakarta. Patung yang dirancang oleh seniman legendaris Edhi Sunarso ini dibangun pada era Presiden Soekarno dan telah menjadi simbol semangat kedirgantaraan bangsa Indonesia.

Dengan adanya konservasi pedestal kali ini, Pemprov DKI Jakarta berharap Patung Pancoran dapat terus berdiri kokoh dan menjadi bagian penting dari identitas kota. Keberadaan patung ini tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga menjadi pengingat perjalanan sejarah pembangunan nasional di masa lalu.

Konservasi Patung Dirgantara juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga cagar budaya. Menurut Dinas Kebudayaan, masyarakat perlu ikut serta dalam mendukung pelestarian ikon-ikon kota karena benda bersejarah merupakan bagian dari jati diri bangsa.

Melalui perbaikan yang terukur dan berstandar, Pemprov DKI Jakarta menegaskan bahwa pelestarian warisan budaya merupakan investasi jangka panjang. Patung Pancoran akan tetap menjadi saksi sejarah, ikon kota, sekaligus inspirasi bagi generasi mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.