Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jepang Resmikan Pembangkit Osmotik Pertama di Asia

📅 Minggu, 17 Agu 2025, 20:39 WIB | Oleh:
Jepang Resmikan Pembangkit Osmotik Pertama di Asia Doc: AFP
Ket. Ilustrasi bendera Jepang

FUKUOKA - Pembangkit listrik osmotik pertama di Jepang yang memanfaatkan perbedaan konsentrasi garam antara air laut dan air tawar untuk menghasilkan listrik mulai beroperasi di Fukuoka pada awal Agustus.

Badan Pengelolaan Air Distrik Fukuoka merupakan operator kedua di dunia yang menggunakan teknologi tersebut setelah perusahaan Denmark yang mulai menggunakannya pada 2023.

Badan tersebut menggambarkannya sebagai "sumber energi terbarukan generasi mendatang yang tidak terpengaruh oleh cuaca atau waktu, dan tidak mengeluarkan karbon dioksida."

Dalam proses itu, yang juga disebut daya gradien salinitas, listrik dihasilkan melalui proses osmotik ketika air laut pekat yang dihasilkan dari ekstraksi air tawar dipisahkan oleh membran permeabel dari air olahan dari fasilitas pengolahan limbah. Membran itu tidak memungkinkan masuknya pengotor selain air.

Turbin di pembangkit diputar melalui tekanan yang dihasilkan oleh pergerakan air dari reservoir air tawar ke reservoir air asin, dengan generator yang menghasilkan listrik dari pergerakan turbin.

Badan tersebut memperkirakan pembangkit listrik tersebut, yang mulai beroperasi pada 5 Agustus di Fukuoka, akan menghasilkan 880.000 kilowatt-jam listrik per tahun.

Listrik tersebut akan digunakan di fasilitas desalinasi yang menyediakan air bersih untuk kota dan daerah sekitarnya.

"Saya merasa bangga bahwa kami telah mampu menerapkannya secara praktis. Saya berharap ini menyebar tidak hanya di Jepang, tetapi juga di seluruh dunia," kata Akihiko Tanioka, pakar daya osmotik dan profesor emeritus di Institut Sains Tokyo. Ant/Kyodo

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.