DKI Jakarta dan Kota Blitar Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Kerja Sama Sektor Pertanian, Peternakan, dan Perikanan
📅 Jumat, 15 Agu 2025, 14:00 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Istimewa
JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Blitar resmi menjalin kerja sama strategis untuk memperkuat ketahanan pangan melalui sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Kesepakatan ini ditandatangani oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin di Balai Kota Jakarta pada Kamis (14/8).
Gubernur Pramono menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kinerja kedua pemerintah daerah. Ia menegaskan pentingnya kemitraan yang memberikan keuntungan seimbang, bukan hanya menguntungkan satu pihak saja.
"Saya berharap kerja sama yang kita lakukan hari ini dapat membawa kebaikan bagi kedua daerah. Jangan sampai kerja sama hanya menguntungkan satu pihak saja—misalnya Jakarta saja yang diuntungkan. Kedua daerah harus memperoleh manfaat dan keuntungan dari kerja sama ini," ujar Gubernur Pramono.
Ia juga mengapresiasi langkah Perumda Pasar Jaya, Perumda Dharma Jaya, dan PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) sebagai BUMD DKI Jakarta yang menjalin kemitraan dengan PT Karminah Sejahtera Abadi dan CV Karya Bhakti Sejahtera Farm. Bentuk kerja sama ini mencakup penguatan pemasaran dan perdagangan produk daerah, penyediaan komoditas daging di Jakarta, hingga pengembangan bisnis telur ayam sebagai komoditas unggulan Kota Blitar.
"Dalam kesempatan ini, saya mengapresiasi BUMD di Kota Blitar maupun Jakarta atas kerja sama ini. Melalui implementasi yang terencana dan pengawasan yang berkesinambungan, saya yakin kerja sama ini akan memberikan dampak positif, baik bagi peningkatan kesejahteraan petani, peternak, dan pelaku usaha di Kota Blitar, maupun untuk pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat Jakarta," tutur Pramono.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menegaskan bahwa daerahnya sebagai penghasil produk peternakan, pertanian, dan perikanan membutuhkan kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, dukungan Jakarta diharapkan mampu meningkatkan perekonomian daerah melalui pemenuhan kebutuhan produksi pangan berkualitas.
"Mudah-mudahan kerja sama ini dapat berkembang menjadi kemitraan antardaerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat Blitar, serta memberikan manfaat bagi pemerintah dan masyarakat DKI Jakarta," kata Syauqul.
Jakarta sebagai pusat perdagangan dan distribusi membutuhkan pasokan pangan yang stabil dan berkelanjutan, sementara Kota Blitar memiliki kapasitas produksi komoditas pangan yang tinggi. Produksi ayam petelur di Blitar mencapai 23 ton telur per hari, sementara produksi unggas pedaging mencapai 125 ton setiap panen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sinergi antardaerah dalam mendukung sektor pangan nasional. Selain ketahanan pangan, kedua daerah juga menyepakati kemitraan di bidang pengembangan sumber daya manusia, pemberdayaan koperasi dan UMKM, serta pengembangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Kerja sama ini akan dijalankan dengan skema Government to Government (G2G) dan Business to Business (B2B) untuk memastikan keberlanjutan program serta peningkatan kualitas produk pangan yang dipasarkan. Dengan strategi ini, diharapkan rantai pasok pangan antara Jakarta dan Blitar dapat berjalan efisien, terjamin kualitasnya, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!