Rojali Jadi Warna, Mal Hidup dari Kunjungan, Bukan dari Transaksi Saja
📅 Kamis, 14 Agu 2025, 23:15 WIB | Oleh: Tim PenulisKarena itu, solusi yang dibahas meliputi edukasi konsumen, inovasi pemasaran, hingga regulasi perlindungan pelaku usaha yang realistis.
Langkah ini menjadi sinyal tegas bahwa pemerintah tidak ingin fenomena ini dianggap “hal sepele” atau sekadar humor internet.
Di balik istilah yang terkesan lucu, tersimpan ancaman serius bagi kesehatan ekonomi nasional. Pertanyaannya kini: apakah kita siap mengubah pola interaksi jual-beli, atau akan terus membiarkan Rojali dan Rohana berkembang biak di pasar bebas kita?
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!