Kalsel Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla dan Kabut Asap, BMKG Modifikasi Cuaca
📅 Kamis, 14 Agu 2025, 13:40 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
BANJARMASIN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berupaya memperkuat kesiapsiagaan untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kalsel Gusti Yanuar Noor Rifai mengatakan langkah tersebut merupakan hasil rapat koordinasi bersama sejumlah pemangku kepentingan sebagai tindak lanjut Surat Keputusan Gubernur Kalsel terkait status kesiapsiagaan.
“Fokus rapat koordinasi itu mengenai penentuan lokasi pos komando dan pos lapangan pada beberapa zona strategis,” ujar Yanuar di Banjarbaru, Kamis (14/8).
Menurut dia, zona pertama meliputi pos komando ditempatkan di Bandara Syamsudin Noor, sedangkan zona kedua pos lapangan berada di daerah Hulu Sungai Selatan (HSS) sesuai arahan pihak terkait.
Keberadaan pos komando dan pos lapangan itu, kata dia, diharapkan mampu mempercepat respons penanganan jika terjadi kabut asap atau peningkatan titik panas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan paparan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terpantau masih ada potensi suhu panas hingga 17 Agustus 2025, meskipun disertai peluang hujan ringan di sejumlah wilayah.
“Pantauan harian menunjukkan terdapat lima hingga enam titik panas, namun sebagian besar dapat segera dipadamkan,” ucap Yanuar.
Yanuar menambahkan, BPBD Kalsel juga mendapat dukungan pemerintah pusat berupa dua helikopter patroli dan dua helikopter water bombing untuk memperkuat penanganan di lapangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Helikopter ini akan digunakan untuk patroli dan pengeboman air di titik-titik rawan apabila terjadi kebakaran,” katanya.
Ia menjelaskan, laporan dari seluruh pos lapangan nantinya terintegrasi langsung ke pos komando sehingga pimpinan dapat memantau perkembangan situasi secara real time dan meminimalkan perbedaan data lintas instansi.
“Sinergi dan kesamaan data sangat penting agar penanganan di lapangan bisa cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujarnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam upaya mencegah karhutla di Kalsel.
"Operasi ini kami rencanakan 10 hari ke depan menggunakan pesawat Casa dari Skuadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh Malang didukung penuh Lanud Sjamsudin Noor," kata Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG Edison Kurniawan di Banjarbaru, Kamis.
Edison mengatakan pesawat Casa terbang hingga dua kali dalam sehari dengan menabur 800 kilogram NaCl garam.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!