Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Modernisasi Pertanian, Kementan-Pemkab Tanah Laut Tanam Padi Perdana Pakai Drone

📅 Rabu, 13 Agu 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Modernisasi Pertanian, Kementan-Pemkab Tanah Laut Tanam Padi Perdana Pakai Drone Doc: Antara
Ket. Situasi peluncuran penanaman padi menggunakan teknologi drone di Desa Ujung, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan yang merupakan sinergi antara Kementerian Pertanian dengan pemerintah kabupaten tersebut, Selasa (12/8).

Tanah Laut, Kalimantan Selatan - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut, Kalimantan Selatan, melaksanakan penanaman padi perdana menggunakan drone atau pesawat tanpa awak untuk meningkatkan efisiensi pertanian dan produktivitas lahan sawah di wilayah tersebut.

"Kami di titik ini ada lebih kurang 359 hektare untuk yang baru kami laksanakan penanaman benih menggunakan drone. Ini menggunakan salah satu teknologi yang diberikan oleh Kementerian Pertanian untuk mempermudah kita dalam proses penanaman," kata Bupati Tanah Laut Rahmat Trianto di Tanah Laut, Selasa (12/8).

Sinergi antara Kementan dan Pemkab Tanah Laut dalam melakukan penanaman padi secara perdana dengan memanfaatkan teknologi drone yang dipusatkan di Desa Ujung, Kecamatan Bati-Bati, melalui Program Cetak Sawah Rakyat (CSR). Di lahan itu penanaman padi ditargetkan mencapai 359 hektare.

Lebih lanjut Rahmat mengatakan total Program CSR Kementan di seluruh wilayah Kabupaten Tanah Laut ditargetkan lebih kurang 4.200 hektare. "Tapi baru terlaksana sampai hari ini berkontrak itu 3.800 hektare," ucapnya.

Rahmat mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto yang melalui Kementan telah membantu upaya peningkatan produksi pangan di wilayahnya.

Ia menjelaskan Program Cetak Sawah di Kecamatan Bati-Bati merupakan salah satu contoh yang diharapkan menjadi model pengelolaan lahan pertanian berkelanjutan.

Menurutnya, wilayah tersebut sebelumnya rawan banjir, namun kini dimanfaatkan menjadi lahan produktif yang dapat menjadi percontohan bagi daerah lain.

Rahmat mengakui masih ada pro dan kontra terkait keberhasilan Program CSR, sehingga diperlukan perhatian berkelanjutan dari pemerintah pusat.

Ia menegaskan swasembada pangan harus dijaga untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tahun-tahun mendatang, serta demi ketahanan pangan generasi selanjutnya.

Di tempat yang sama Penanggung Jawab Program Swasembada Kalimantan Selatan (Kalsel) Mulyono mengatakan Kementan mendukung penuh Program CSR di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, dengan membuka lahan tidak produktif menjadi areal pertanian baru.

Selain pembukaan lahan, bantuan diberikan berupa sarana produksi seperti benih, pupuk, dan herbisida, disertai dukungan alat mesin pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas.

Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern yang diberikan meliputi traktor roda dua, traktor roda empat, rotavator, drone untuk penanaman, pompa air, serta combine harvester untuk mempermudah proses panen.

Ia menekankan dengan teknologi pertanian modern, diharapkan lahan yang biasanya ditanam satu kali setahun dapat ditingkatkan menjadi tiga kali masa tanam setiap tahun.

Dia menambahkan pengelolaan lahan di wilayah ini melibatkan Brigade Pangan yang terdiri dari 15 anak muda milenial yang dibekali kemampuan mengoperasikan alsintan secara profesional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Nasional
Warga memanfaatkan air send...
Megapolitan
Hilang Kendali, Sebuah Taks...

Tradisi Sembahyang Rebutan di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Rona
Tradisi Sembahyang Rebutan ...

Inflasi bulan Agustus 2026

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Inflasi bulan Agustus 2026
Megapolitan
Pemkab Bogor Masih Diubek-u...
Advertisement
Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.