Eks Menteri Pertahanan Tiongkok Dijatuhi Hukuman Mati Tangguhan Kasus Korupsi Militer
📅 Jumat, 08 Mei 2026, 06:30 WIB | Oleh: Tim PenulisBEIJING – Mantan Menteri Pertahanan Tiongkok Wei Fenghe dan Li Shangfu dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan selama dua tahun atas kasus korupsi, demikian laporan kantor berita negara Xinhua pada Kamis (7/5). Putusan ini menegaskan kerasnya pembersihan di tubuh militer.
Laporan Xinhua sebelumnya menyebut Li diduga menerima “uang dalam jumlah besar” dalam bentuk suap serta menyuap pihak lain. Hasil penyelidikan juga menemukan bahwa ia “tidak menjalankan tanggung jawab politik” dan “mencari keuntungan jabatan untuk dirinya sendiri dan orang lain”.
Dilansir dari Channel NewsAsia, penyelidikan terhadap Wei pada 2023 menemukan bahwa ia menerima “sejumlah besar uang dan barang berharga” sebagai suap serta “membantu pihak lain memperoleh keuntungan tidak sah dalam penempatan jabatan”. Xinhua pada 2024 menyebut tindakan Wei “sangat serius, berdampak buruk, dan menimbulkan kerugian besar”.
Hukuman mati dengan penangguhan di Tiongkok, atau yang juga dikenal sebagai hukuman mati bersyarat, biasanya akan diubah menjadi penjara seumur hidup apabila terpidana tidak melakukan pelanggaran selama masa penangguhan.
Setelah dikonversi, terpidana akan menjalani hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pengurangan hukuman atau pembebasan bersyarat, demikian Xinhua menjelaskan. Keduanya juga dicabut hak politiknya seumur hidup dan seluruh aset pribadi mereka disita.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wei, yang pernah menjabat komandan Rocket Force pada 2015–2017, digantikan oleh Li sebagai anggota dewan negara dan menteri pertahanan pada Maret 2023.
Li dikenal sebagai salah satu jenderal kepercayaan Presiden Xi Jinping, pernah mengawasi desain dan pengadaan senjata serta mendorong modernisasi militer. Ia juga berperan penting dalam program luar angkasa Tiongkok dan sejumlah misi antariksa.
Wei dan Li merupakan anggota Komisi Militer Pusat (CMC), lembaga pengambil keputusan militer tertinggi di negara tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hukuman yang dijatuhkan kepada keduanya disebut sebagai salah satu sanksi terberat terhadap pejabat militer senior Tiongkok dalam beberapa dekade terakhir.
Sebelumnya, mantan wakil ketua CMC Guo Boxiong dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 2016 karena kasus suap, sementara Xu Caihou meninggal pada 2015 saat dalam penyelidikan korupsi sebelum sempat diadili.
Militer menjadi salah satu target utama kampanye antikorupsi besar-besaran yang digencarkan Presiden Xi Jinping sejak 2012. Pembersihan ini juga menyentuh Rocket Force, unit elite yang mengawasi senjata nuklir dan rudal konvensional, pada 2023.
Pada awal tahun ini, kampanye tersebut dilaporkan kembali meningkat hingga menyebabkan pencopotan sejumlah pejabat tinggi Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), termasuk Zhang Youxia yang merupakan wakil ketua CMC dan anggota Politbiro.
Menurut International Institute for Strategic Studies, pembersihan korupsi yang terus berlanjut di militer Tiongkok telah menimbulkan kelemahan serius dalam struktur komando dan diduga memengaruhi kesiapan pasukan yang tengah menjalani modernisasi cepat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!