Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Korban Tewas Akibat Banjir di Himalaya Mencapai 70 Orang

📅 Selasa, 12 Agu 2025, 15:31 WIB | Oleh:
Korban Tewas Akibat Banjir di Himalaya Mencapai 70 Orang  Doc: anews
Ket. Banjir di Himalaya tewaskan sedikitnya 70 orang

NEW DELHI - Sedikitnya 68 orang hilang seminggu setelah dinding es yang mencair menyapu kota Himalaya yang terjadi pada 5 Agustus lalu dan menguburnya dalam lumpur.

Selain empat orang yang dilaporkan tewas, jumlah keseluruhan korban tewas akibat bencana tersebut kemungkinan lebih dari 70 orang.

Rekaman video yang dibagikan para penyintas memperlihatkan gelombang air berlumpur yang mengerikan menyapu blok-blok apartemen bertingkat.

Pejabat penanggulangan bencana pada Selasa (12/8) mengatakan mereka sedang mencari mayat di reruntuhan kota wisata Dharali di negara bagian Uttarakhand.

Gambhir Singh Chauhan dari Pasukan Tanggap Bencana Nasional, mengatakan anjing pelacak telah mengidentifikasi beberapa lokasi yang menunjukkan adanya mayat tetapi ketika "penggalian dimulai, air keluar dari bawah".

Chauhan mengatakan tim juga menggunakan radar penembus tanah dalam pencarian yang mengerikan itu.

Lebih dari 100 orang awalnya dilaporkan hilang.

Namun karena jalan tersapu dan komunikasi telepon seluler rusak, tim penyelamat membutuhkan waktu berhari-hari untuk memeriksa ulang daftar tersebut.

Pemerintah setempat kini mencatat 68 orang hilang, termasuk 44 warga India dan 22 warga Nepal. Sembilan tentara juga ada dalam daftar tersebut.

Banjir dan tanah longsor yang mematikan sering terjadi selama musim hujan dari bulan Juni hingga September, tetapi para ahli mengatakan perubahan iklim, ditambah dengan pembangunan yang kurang terencana, meningkatkan frekuensi dan tingkat keparahannya.

Para pakar perubahan iklim memperingatkan bencana itu merupakan "peringatan" terhadap dampak pemanasan global.

Penyebab resmi banjir belum diketahui, namun para ilmuwan mengatakan kemungkinan hujan deras memicu runtuhnya puing-puing dari gletser yang mencair dengan cepat.

Gletser Himalaya, yang menyediakan air penting bagi hampir dua miliar orang, mencair lebih cepat daripada sebelumnya karena perubahan iklim, yang membuat masyarakat terdampak bencana yang tidak terduga.

Melunaknya lapisan es permanen meningkatkan kemungkinan terjadinya tanah longsor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.