Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemensos Gandeng LAN Perkuat Kompetensi SDM untuk Entaskan Kemiskinan

📅 Selasa, 12 Agu 2025, 08:10 WIB | Oleh:
Kemensos Gandeng LAN Perkuat Kompetensi SDM untuk Entaskan Kemiskinan Doc: antara foto
Ket. Kemensos Saifullah Yusuf bersama Kepala LAN, Muhammad Taufiq di Jakarta, Selasa (12/8).

JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) sepakat memperkuat sinergi strategis melalui pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pendamping sosial dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan.

“Semua instansi yang mempunyai program pengentasan kemiskinan, kami tertarik untuk pengembangan kompetensinya, bukan hanya untuk para ASN, tapi juga mitra-mitra ASN,” ujar Kepala LAN, Muhammad Taufiq di Jakarta, Selasa (12/8).

Ia menyampaikan LAN telah menginisiasi program Akademi Percepatan Pengentasan Kemiskinan sebagai wadah strategis dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan yang kontekstual dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat.

Akademi Percepatan Pengentasan Kemiskinan ini, kata dia, akan berfokus pada pendekatan hasil (outcome) dan targetnya adalah keluarga miskin.

“Cara kerjanya sama ada perencanaan, penganggaran, dan output. Gimana caranya itu kita satukan semuanya, pendekatannya outcome dan targetnya adalah orang miskin,” katanya.

Mensos Saifullah Yusuf juga menyambut positif hal tersebut.

Dia menegaskan sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam pengentasan kemiskinan harus mampu beradaptasi dengan dinamika di lapangan dan bekerja berdasarkan data.

“Yang penting ini kan programnya untuk SDM, jadi untuk teman-teman yang terlibat dalam pengentasan kemiskinan, bagaimana cara berpikirnya ini jangan business as usual, kita mesti menyesuaikan dengan kondisi dan diawali dengan data,” katanya.

Selain pengembangan SDM, Kemensos juga akan berkolaborasi dengan LAN dalam telaah mutu kebijakan.

Kerja sama ini, lanjutnya, dimaksudkan untuk monitoring program di Kemensos, salah satunya program Sekolah Rakyat.

“Bagus pak, nanti di monitoring dan evaluasi (Monev) Sekolah Rakyat ini, bantu kami kelembagaannya seperti apa, itu penting banget,” ujarnya.

Mensos menjelaskan Sekolah Rakyat adalah program yang dinamis dan banyak hal terjadi di lapangan, sehingga monitoring penting untuk dilakukan.

“Jadi, tadi kita diskusi, kekurangan kita itu, kita punya Satgas, tapi Satgas Monev-nya yang belum ada, saya minta bantuan,” ujar Gus Ipul.

Menutup pertemuan ini, dalam kaitannya dengan pengentasan kemiskinan, Mensos Saifullah menambahkan bahwa Sekolah Rakyat merupakan miniatur pengentasan kemiskinan terpadu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.