Napas Kamu 'Bau Naga'? Ini Penyebab dan Cara Mudah Menghilangkannya
📅 Senin, 11 Agu 2025, 14:30 WIB | Oleh: Lili LestariMerokok bisa menodai gigi, menyebabkan bau mulut, dan meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Tembakau mengurangi kemampuan Anda untuk merasakan makanan dan mengiritasi jaringan gusi. Pengguna tembakau lebih mungkin menderita penyakit gusi. Karena merokok juga memengaruhi indra penciuman, perokok mungkin tidak menyadari bau napas mereka.
Kondisi Medis
Infeksi mulut dapat menyebabkan bau mulut. Namun, jika dokter gigi telah menyingkirkan kemungkinan penyebab lain dan Anda menyikat gigi serta membersihkan gigi dengan benang setiap hari, bau mulut mungkin disebabkan oleh masalah lain, seperti kondisi sinus, refluks lambung, diabetes, penyakit hati, atau ginjal. Jika demikian, segera konsultasikan dengan dokter.
Cara Menghilangkan Bau Mulut
Sebaiknya Anda baca juga:
- Selalu jaga kebersihan gigi dan mulut yang baik. Selain menyikat gigi, penting juga untuk membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi. Gunakan pembersih lidah dan bersihkan hingga ke bagian belakang lidah.
- Minum banyak cairan dan hindari terlalu banyak produk berkafein seperti kopi. Konsumsilah sayuran segar yang berserat. Beralihlah ke teh herbal atau teh hijau.
- Gunakan obat kumur yang direkomendasikan dokter gigi atau apoteker Anda. Waktu terbaik sebelum tidur. Obat kumur berfluoride, yang digunakan bersamaan dengan menyikat gigi dan membersihkan gigi dengan benang, dapat membantu mencegah kerusakan gigi.
- Bersihkan mulut setelah mengonsumsi produk susu, ikan, dan daging. Makanan-makanan ini dapat menumpuk di sela-sela gigi, di lidah, dan di sekitar gusi, sehingga dapat membusuk dan meninggalkan bau tak sedap.
- Bau mulut akibat mulut kering (xerostomia), disarankan untuk mengunyah permen karet bebas gula, terutama jika mulut terasa kering.
- Kunjungi dokter gigi secara teratur dan bersihkan gigi sesuai kebutuhan. Pemeriksaan rutin akan memungkinkan dokter gigi mendeteksi masalah seperti penyakit gusi, mulut kering, atau gangguan lain yang mungkin menjadi penyebabnya.
- Kurangi merokok. Selain bau mulut, produk tembakau mengurangi kemampuan untuk merasakan makanan dan mengiritasi jaringan gusi. Pengguna tembakau juga lebih mungkin menderita penyakit periodontal dan berisiko lebih tinggi terkena kanker mulut.
- Tetap terhidrasi. Jika tidak bisa menyikat gigi setelah makan, minum banyak air dapat membantu mempercepat proses pembersihan bakteri dan kotoran berbahaya dari sela-sela gigi. Minum susu bahkan dapat membantu menghilangkan bau mulut yang mengganggu. Hindari minuman manis.
- Kurangi konsumsi alkohol. Alkohol dapat menyebabkan mulut kering. Terlalu banyak bir, anggur, dan minuman keras dapat membuat napas bau hingga delapan hingga 10 jam setelah Anda selesai minum.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!