Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Anggap Remeh! Ini Tanda-tanda Anda Mengalami Radang Gusi

24 Kamis, 18 Des 2025, 14:35 WIB | Oleh:
Jangan Anggap Remeh! Ini Tanda-tanda Anda Mengalami Radang Gusi Jangan Anggap Remeh! Ini Tanda-tanda Anda Mengalami Radang Gusi Doc: IST

JAKARTA - Penyakit pada gusi sering tidak disadari, padahal merupakan salah satu pintu masuk kuman dan bakteri yang jika sudah meradang bisa mengakibatkan infeksi dan penyakit tidak menular di seluruh tubuh.

Guru Besar Ilmu Periodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Amaliya, drg., M.Sc., Ph.D mengatakan salah satu tanda peradangan gusi yang patut diwaspadai adalah keluar darah saat menyikat gigi.

“Pada saat abis sikat gigi kan kita buang ludah atau pasta giginya, itu kelihatan ada darah. Pada saat sikat gigi berdarah itu salah satu tanda bahwa gusi mengalami peradangan atau perdarahan, itu salah satu tanda. Jadi dari situ saja sudah bisa kita sadari, tapi kadang-kadang kita menganggap remeh,” kata Amaliya dalam diskusi dengan media dan pakar soal kesehatan gusi di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan, kerusakan gusi yang dibiarkan bisa berakibat peradangan pada tulang penyangga gigi dan menyebabkan gigi lepas dan hal ini sudah tidak bisa dikembalikan seperti semula.

Kerusakan penyangga gigi akan mengganggu aktivitas makan dan mengurangi produktivitas karena harus berobat dan berisiko muncul penyakit metabolik lainnya.

Ia menambahkan masyarakat juga belum memiliki edukasi yang memadai mengenai tanda penyakit gusi, yakni gusi berwarna merah, mudah berdarah, berbau, gusi terasa lebih lunak atau terlihat membesar dan terasa gatal.

Kerusakan gusi juga bisa disebabkan karena kebiasaan merokok yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit pendukung gigi.

“Karena dengan merokok aliran darah gusi itu menjadi menyempit, giginya jadi hitam-hitam, gusinya menjadi pucat, enggak ada darahnya. Sehingga nutrisi ke jaringan pendukung giginya berkurang. Mungkin kalau dicabut itu enggak ada darahnya, padahal itu nanti jadi kering, lukanya kering dan tidak mengalami penyembuhan yang benar,” katanya.

Amaliya mengatakan 90 persen masyarakat Indonesia tidak memeriksakan giginya ke dokter gigi setahun terakhir dan hanya 6,2 persen dari total penduduk Indonesia yang paham tentang waktu menyikat gigi yang tepat yakni setelah sarapan dan sebelum tidur.

Ia mengatakan pemeriksaan gigi setahun dua kali atau enam bulan sekali dapat membantu mengatasi risiko peradangan pada gusi dan juga menghindari penyakit metabolik yang dapat diperparah karena adanya kerusakan pembuluh darah pada gusi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.