Lagi Tren di TikTok! Olahraga 'Japanese Walking' Ini Patut Dicoba, Simak Penjelasan Para Ahli
📅 Minggu, 10 Agu 2025, 09:50 WIB | Oleh: Lili LestariMereka merekomendasikan langkah yang lebih panjang selama interval cepat daripada interval lambat, agar aktivitasnya lebih menantang. Mereka juga menyarankan untuk melibatkan lengan, menekuk siku, dan mengayunkannya dengan kuat di setiap langkah, yang akan membantu Anda mempertahankan postur tubuh yang tepat selama langkah yang lebih panjang.
Dalam studi mereka, para relawan menyelesaikan setidaknya 30 menit jalan kaki interval empat kali seminggu. Jika Anda mencobanya, 30 menit tersebut tidak harus terus-menerus. Penelitian menunjukkan bahwa membagi sesi menjadi segmen-segmen berdurasi sekitar 10 menit tiga kali sehari bisa sama efektifnya.
Saat melakukan penelitian, mereka menemukan bahwa dengan mengambil waktu istirahat pemulihan secara teratur, banyak pejalan kaki interval menghabiskan lebih banyak waktu untuk berolahraga pada intensitas tinggi daripada jika mereka berjalan terus-menerus pada intensitas tersebut, karena mereka lebih cepat lelah jika tidak beristirahat.
Apa Saja Manfaatnya?
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam studi mereka terhadap orang dewasa yang lebih tua, yang berskala kecil, Dr. Nose dan Masuki menemukan bahwa pejalan kaki interval mengalami peningkatan yang jauh lebih besar dalam tekanan darah, kesehatan kardiovaskular, dan kekuatan kaki dibandingkan dengan relawan yang berjalan dengan kecepatan sedang dan terus-menerus.
Dalam dekade berikutnya, semakin banyak bukti dari Dr. Nose dan Masuki serta peneliti lain yang memperkuat temuan ini dan menunjukkan bahwa metode ini mungkin memiliki lebih banyak manfaat.
Sebuah studi tahun 2018 menemukan bahwa, selama periode 10 tahun, jalan kaki interval dikaitkan dengan penurunan kapasitas aerobik dan kekuatan otot yang lebih sedikit seiring bertambahnya usia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Apa cara terbaik untuk menambahkan jalan interval ke rutinitas olahraga Anda?
Jika Anda sudah lama tidak beraktivitas, "mulailah dengan intensitas rendah, lalu perlahan," kata Dr. Senter. Jika tiga menit terasa terlalu lama untuk interval yang lebih cepat, mulailah dengan satu menit dan tingkatkan secara bertahap.
Seiring berjalannya waktu, seiring meningkatnya kebugaran, Anda mungkin akan mampu mendorong diri Anda lebih keras selama sesi cepat.
Terakhir, jika jalan interval adalah bentuk utama latihan Anda, usahakan untuk melengkapinya dengan setidaknya dua hari seminggu Latihan kekuatan, bersama latihan keseimbangan dan mobilitas, kata Dr. Senter.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!