Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Abolisi dan Amnesti: Sinyal Prabowo Lepas dari Bayang-bayang Jokowi?

📅 Minggu, 10 Agu 2025, 12:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Dua tokoh yang diberi pengampunan—Lembong dan Hasto—adalah figur yang secara simbolik mewakili ketegangan atau kutub politik yang berseberangan dengan Jokowi.

Secara politis, Jokowi berada dalam kubu Prabowo-Gibran sejak Pilpres 2024. Gibran, putra kandung Jokowi, kini menjadi Wakil Presiden.

Namun, tidak tampak indikasi bahwa Jokowi terlibat dalam proses pengampunan Lembong maupun Hasto. Sebaliknya, langkah Prabowo terlihat sebagai upaya membangun poros kekuasaan yang baru dengan fondasi dan jejaring yang independen dari pengaruh lama.

Ini menjadi semacam deklarasi politik penting. Presiden Prabowo menobatkan dirinya sebagai pemimpin dengan arah dan basis kekuasaan sendiri, bukan lagi penerus agenda Jokowi.

Langkah ini hampir pasti menimbulkan keresahan di kalangan Koalisi Indonesia Maju yang banyak diisi oleh loyalis Jokowi. Banyak dari mereka menempati posisi strategis di kabinet dan perusahaan pelat merah.

Langkah Prabowo tersebut membuka kemungkinan perombakan kabinet besar-besaran dalam waktu dekat.

Ada beberapa alasan kuat mengapa loyalis Jokowi kemungkinan besar merasa resah.

Pertama, ada risiko mereka tersingkir dari pusat kekuasaan. Jika Prabowo semakin memperluas basis politik di luar jaringan Jokowi, posisi politik para loyalis ini akan terancam.

Kedua, ini bisa menjadi preseden pembongkaran kasus-kasus kriminalisasi masa lalu dan kemungkinan pengusutan kasus-kasus korupsi yang di masa pemerintahan sebelumnya tidak disentuh.  Abolisi terhadap Lembong dan amnesti terhadap Hasto bisa membuka ruang revisi terhadap kebijakan-kebijakan hukum di era Jokowi yang dinilai tidak adil.

Ketiga, memunculkan ketidakpastian arah koalisi. Jika PDI-P—yang secara politik berseteru dengan Jokowi pasca-pilpres 2024—mulai didekati Prabowo, maka peta politik bisa berubah drastis. Akibatnya, loyalis Jokowi akan kehilangan posisi tawar.

Prediksi politik pasca-abolisi dan amnesti

Setidaknya terdapat tiga dampak yang mungkin akan terjadi setelah pengampunan ini.

Pertama, Prabowo akan melakukan konsolidasi politik untuk memperkuat diri sebagai pemilik sah kekuasaan 2024–2029.

Kedua, dibentuk koalisi baru dan perombakan kabinet. Akan muncul poros baru yang mungkin melibatkan PDI-P, bahkan kelompok teknokrat dan reformis yang profesional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.