Menkeu Beberkan Strategi Fiskal di Depan Bank Dunia, Tantangan Iklim Usaha RI Belum Selesai
📅 Sabtu, 09 Agu 2025, 07:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Sean Filo Muhamad
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, saat menerima kunjungan Bank Dunia, memaparkan strategi fiskal pemerintah dalam mendukung iklim usaha yang kondusif dan berkelanjutan.
Strategi tersebut berfokus pada optimalisasi belanja negara untuk infrastruktur strategis, pemberian insentif fiskal yang tepat sasaran, serta reformasi regulasi perpajakan guna mendorong investasi dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
Sri Mulyani menekankan bahwa kebijakan fiskal harus mampu merespons dinamika global yang penuh ketidakpastian, termasuk gejolak pasar keuangan, fluktuasi harga komoditas, dan perubahan kebijakan moneter negara maju.
Oleh karena itu, selain menjaga defisit anggaran dalam batas aman, pemerintah juga mengarahkan pembiayaan pada program-program yang memiliki efek pengganda tinggi bagi perekonomian, seperti pengembangan SDM, digitalisasi, dan transisi energi.
Dalam dialog dengan Bank Dunia, dibahas pula pentingnya memperkuat kemitraan internasional untuk mendukung agenda pembangunan, termasuk akses pembiayaan yang lebih murah bagi proyek-proyek prioritas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas ruang fiskal, mempercepat reformasi struktural, dan menciptakan lingkungan usaha yang semakin menarik bagi investor domestik maupun asing.
“Salah satu topik utama yang kami bahas adalah penguatan sektor keuangan sebagai fondasi terciptanya iklim usaha yang kondusif,” kata Sri Mulyani dalam Instagram @smindrawati di Jakarta, Jumat (8/8).
Menurut Sri Mulyani, dia dan Country Director Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Carolyn Turk yang datang dalam kunjungan kali ini, menyepakati bahwa penyederhanaan regulasi perlu dilakukan untuk mengurangi praktik diskresioner yang menghambat masuknya pelaku baru ke pasar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keduanya pun meyakini reformasi struktural menjadi langkah penting untuk membuka ruang persaingan sehat, menghapus hambatan pasar dan mendorong investasi di bidang inovasi.
Selain itu, lanjut Sri Mulyani, penting bagi pemerintah untuk menyiapkan kebijakan yang mendorong keterbukaan pasar.
Dengan ekosistem bisnis yang lebih terbuka, inklusif, dan inovatif, Indonesia dapat mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan daya saing di tingkat regional maupun global.
“Terima kasih kepada Carolyn Turk atas kunjungan dan diskusi yang konstruktif hari ini. Saya optimistis Indonesia mampu memanfaatkan momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat,” tutur Sri Mulyani.
Beberapa waktu lalu, Sri Mulyani juga menerima kunjungan Bank Dunia, yakni Executive Director for the Southeast Asia Voting Group (EDS16) Bank Dunia.
Kunjungan itu merupakan bagian dari misi konstituen untuk penyusunan laporan Bank Dunia tahun anggaran 2025.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!