Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Geger Alat Batu Berusia 1,5 Juta Tahun Ditemukan di Sulawesi, Bukti Manusia Purba Misterius Pernah Hidup di Indonesia?

📅 Jumat, 08 Agu 2025, 09:05 WIB | Oleh:
Geger Alat Batu Berusia 1,5 Juta Tahun Ditemukan di Sulawesi, Bukti Manusia Purba Misterius Pernah Hidup di Indonesia? Doc: Livescience
Ket. Penemuan alat batu berumur 1,5 juta di Sulawesi

JAKARTA - Sebuah penemuan arkeologis mengejutkan di Pulau Sulawesi, Indonesia, mencetak sejarah baru dalam ilmu evolusi manusia.

Tim peneliti internasional berhasil mengungkap tujuh artefak batu yang diperkirakan berusia hingga 1,5 juta tahun, membuka kemungkinan kerabat manusia purba sudah lebih dulu menjelajahi wilayah Wallacea, jauh sebelum Homo sapiens muncul di Bumi.

Penemuan menakjubkan ini dipublikasikan pada Rabu (6/8/2025), dalam jurnal ilmiah bergengsi Nature. Lokasi temuannya adalah Calio, sebuah situs purba di Sulawesi yang digali para arkeolog antara 2019 hingga 2022. 

Hasilnya? Alat-alat batu yang tampaknya dibuat hominin misterius yang belum diketahui identitasnya secara pasti.

“Ini adalah alat serpih sederhana, tapi sangat tajam dan multifungsi, bisa untuk memotong, mengupas, hingga menguliti,” ujar Prof. Adam Brumm dari Griffith University, Australia, yang memimpin tim penelitian. 

Artefak tersebut terbuat dari rijang, sejenis batu keras berbutir halus, dan dibentuk dengan teknik pengelupasan perkusi, yaitu memukul batu inti dengan batu palu untuk menciptakan serpihan tajam.

Salah satu alat bahkan menunjukkan adanya retouch atau pemrosesan ulang, pertanda para pembuatnya memiliki kecerdasan dalam mempertajam dan memaksimalkan fungsinya.

Namun yang paling mengejutkan bukan hanya bentuk alatnya, melainkan usianya. 

Berdasarkan teknik penanggalan geologi canggih, lapisan sedimen tempat artefak ditemukan menunjukkan usia antara 1,04 juta hingga 1,48 juta tahun. 

Temuan ini jauh melampaui fosil manusia tertua di Sulawesi sebelumnya yang hanya berusia sekitar 25.000 tahun.

“Ini benar-benar mengguncang pemahaman kita. Selama ini Wallacea dianggap sulit dijangkau oleh manusia purba awal. Tapi kenyataan berkata lain,” jelas Brumm.

Temuan ini tak hanya memperluas cakrawala arkeologi Indonesia, tetapi juga memaksa para ilmuwan dunia untuk mempertimbangkan ulang jalur migrasi manusia purba. 

Apakah ada spesies hominin lain yang telah lama hilang dan belum kita kenali? Siapa mereka? Bagaimana mereka menyeberangi perairan luas ke Wallacea?

Sejarah manusia harus ditulis ulang, dan Sulawesi kini menjadi panggung utama dalam misteri evolusi purba.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.