Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ngeri! 14 Zona Megathrust Mengintai Indonesia Khususnya Selatan Jawa, Ahli Sebut Hanya Tunggu Waktu

📅 Kamis, 11 Des 2025, 08:47 WIB | Oleh:
Ngeri! 14 Zona Megathrust Mengintai Indonesia Khususnya Selatan Jawa, Ahli Sebut Hanya Tunggu Waktu Doc: Google Maps
Ket. Titik lokasi pusat megathrust.

JAKARTA - Indonesia kembali diguncang kekhawatiran besar setelah para ahli mempublikasikan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024. Sebagai negara yang berdiri di antara pertemuan tiga lempeng besar dunia dan berada di Cincin Api Pasifik, Indonesia memang tak pernah luput dari ancaman gempa besar serta tsunami.

Namun temuan terbaru ini jauh lebih mengkhawatirkan, kini terdapat 14 zona megathrust aktif yang berpotensi menimbulkan gempa raksasa. Jumlah ini meningkat dari peta 2017 yang hanya mencatat 13 zona.

Guru Besar ITB sekaligus anggota AIPI, Iswandi Imran, menegaskan peta baru tersebut menunjukkan kontur lebih rapat, indikasi adanya peningkatan potensi bahaya gempa di sejumlah wilayah. Ia menyebut akumulasi energi di bawah lempeng bisa sewaktu-waktu terlepas dan memicu gempa besar.

“Peta 2024 jelas memperlihatkan peningkatan bahaya di beberapa daerah,” tegasnya.

Lebih mengkhawatirkan lagi, megaplate Jawa kini memiliki potensi gempa hingga magnitudo 9,1. Sementara beberapa zona lain seperti Mentawai dan Enggano memiliki potensi gempa hingga 8,9. 

Daftar 14 Zona Megathrust Terbaru Indonesia (2024)

1. Aceh (Andaman) – potensi magnitudo maksimal 9,2
2. Nias (Simelue) – potensi magnitudo maksimal 8,7
3. Batu – potensi magnitudo maksimal 7,8
4. Mentawai (Siberut) – potensi magnitudo maksimal 8,9
5. Mentawai (Pagai) – potensi magnitudo maksimal 8,9
6. Enggano – potensi magnitudo maksimal 8,9
7. Jawa – potensi magnitudo maksimal 9,1
8. Jawa bagian barat – potensi magnitudo maksimal 8,9
9. Jawa bagian timur – potensi magnitudo maksimal 8,9
10. Sumba – potensi magnitudo maksimal 8,9
11. Sulawesi Utara – potensi magnitudo maksimal 8,5
12. Palung Cotobato – potensi magnitudo maksimal 8,3
13. Filipina Selatan – potensi magnitudo maksimal 8,2
14. Filipina Tengah – potensi magnitudo maksimal 8,1

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, bahkan memperingatkan dua zona kini hanya menunggu momentum sebelum melepaskan energi besar, Megathrust Selat Sunda dan Mentawai–Siberut. Keduanya masuk kategori seismic gap karena sudah ratusan tahun tidak mengalami gempa besar.

Gempa M5,2 yang mengguncang Nias Barat pada 7 Mei 2025 disebut BMKG sebagai aktivitas langsung dari Megathrust Mentawai–Siberut. Menurut analisis, gempa itu merupakan gempa dangkal akibat subduksi Lempeng Indo-Australia terhadap Eurasia.

Sementara itu, BRIN memperingatkan ancaman paling besar ada di selatan Jawa Barat hingga Selat Sunda. Jika zona ini pecah, tsunami 20 meter diperkirakan akan menghantam Pangandaran, menyapu pesisir Banten, Lampung, bahkan mencapai Jakarta dengan ketinggian 1–1,8 meter.

BMKG pun menegaskan meski waktu pastinya tidak dapat diprediksi, masyarakat harus siap. Mitigasi terus dilakukan melalui sensor InaTEWS, pengecekan sirine, edukasi publik, hingga kerja sama internasional.

Ancaman megathrust bukan lagi isu masa depan, ini kenyataan yang harus siap dihadapi seluruh Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

aku cantik
aku cantik
11 Dec 2025, 12:13 WIB.

Akhir tahun biasanya ada bencana besar (jd ingat tsunami Aceh tjd bulan desember), moga2 megathrust tidak tjdi

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
Luar Negeri
Belarus Cemas Jumlah Latiha...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.