Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tapanuli Selatan Gercep Selamatkan Hewan Langka

📅 Kamis, 07 Agu 2025, 13:43 WIB | Oleh:
Tapanuli Selatan Gercep Selamatkan Hewan Langka Doc: IST
Ket. orangutan

JAKARTA – Semakin banyak hewanmenuju kepunahan. Maka diperlukan gerak cepat (gercep) untuk menyelamatkan berbagai hewan terlindungi yang terus diburu manusia bejat.

Untuk itu, sekelompok organisasi masyarakat sipil yang aktif di kawasan ekosistem Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, membentuk forum konservasi orang utan tapanuli (Fokat) guna menjaga pelestarian hewan langka tersebut.

"Forum itu dibentuk untuk memperkuat upaya perlindungan habitat dan populasi orang utan tapanuli (Pongo tapanuliensis) yang merupakan spesies terancam punah," ujar Inisiator dan Deklarator Fokat Hendrawan Hasibuan di Sipirok, Kamis.

Hendrawan mengatakan orang utan tapanuli merupakan spesies yang baru diidentifikasi pada 2017 dan berbeda dari orang utan Kalimantan maupun Sumatra bagian Utara.

Lebih lanjut dia mengatakan, orang utan itu hanya ditemukan di kawasan hutan Batang Toru dan telah ditetapkan sebagai satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri LHK No P 106/MENLHK/SETJEN/KUM 1/13/2018.

"Oleh karena itu, forum tersebut menjadi wadah membangun strategi perlindungan habitat dan orang utan tapanuli dari terancam punah, sarana edukasi bagi generasi muda," ujarnya.

Hendra mengatakan selain itu, forum tersebut sebagai respon atas meningkatnya tekanan terhadap habitat orang utan tapanuli, termasuk aktivitas perusahaan ekstraktif, deforestasi, serta maraknya perdagangan satwa dilindungi.

"Fokat terbuka untuk siapa saja yang peduli. Kami mengajak lembaga di sepanjang lanskap Batang Toru untuk bergabung, karena hanya dengan kolaborasi kita bisa menyelamatkan spesies ini dari kepunahan," ucap dia.

Menurutnya, ancaman terhadap orang utan tapanuli bukan hanya persoalan ekologis, tapi juga menyangkut keberlanjutan budaya, sosial, dan ekonomi masyarakat di sekitar hutan.

Ke depan, ia mengatakan Fokat diharapkan berkembang menjadi forum lintas sektor yang tidak hanya mendorong advokasi perlindungan, tetapi juga menghasilkan kajian dan solusi berbasis data untuk menjaga kelestarian spesies ini secara berkelanjutan.

pembentukan forum itu juga dalam rangka untuk memperingati orang utan sedunia yang jatuh pada 19 Agustus, sebagai bukti masih banyak pihak yang peduli terhadap perlindungan habitat dan orang utan tapanuli.

Sebelumnya, berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), orang utan tapanuli hanya berjumlah sekitar 760 individu.

Dengan demikian, populasi orang utan tapanuli jauh lebih sedikit daripada jumlah orang utan sumatera (sekitar 14 ribu individu) dan orang utan kalimantan (sekitar 57 ribu individu).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Naomi Siap Hadapi Elise Mertens

34 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.