Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden Prabowo Ajak ilmuwan Tanah Air Bersatu Majukan Riset Industri Nasional

📅 Kamis, 07 Agu 2025, 19:13 WIB | Oleh:
Presiden Prabowo Ajak ilmuwan Tanah Air Bersatu Majukan Riset Industri Nasional Doc: ANTARA/HO-Kemdiktisaintek RI
Ket. Mendiktisaintek Brian Yuliarto (kiri) dan Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) saat meninjau salah satu hasil penelitian dalam kegiatan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Kamis (7/8).

BANDUNG - Presiden RI Prabowo Subianto mengajak seluruh ilmuwan tanah air untuk bahu-membahu dalam memajukan riset industri nasional demi menyejahterakan bangsa Indonesia

"Pak Presiden menyampaikan permintaan untuk para ilmuwan, para saintis itu, marilah kita bersama-sama bahu-membahu, bekerja sama menghasilkan karya-karya nyata yang diharapkan bisa memajukan industri dan menyejahterakan bangsa Indonesia," kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam konferensi pers Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Bandung, Kamis (7/8).

Mendiktisaintek juga mengungkapkan, Presiden meminta para ilmuwan untuk tidak takut dalam menghadapi tantangan besar bangsa agar mampu mengelola industri manufaktur besar seperti kendaraan, elektronik, serta semikonduktor.

"Juga disampaikan bagaimana mengoptimalkan pengelolaan sawit, sehingga tadi salah satunya hasil penelitian dari ITB --Institut Teknologi Bandung-- untuk merubah limbah pengelolaan sawit menjadi bensin, semua itu diharapkan betul-betul menjadi karya nyata," lanjutnya.

Menteri Brian juga menyampaikan bahwa Prabowo menguatkan keyakinan para pemangku kepentingan terkait bahwa Indonesia sejatinya memiliki sumber-sumber kekayaan alam yang berpotensi untuk menyejahterakan bangsa Indonesia.

Dalam upaya tersebut, jelas dia, tentu diperlukan pengembangan dan penguasaan sains, melahirkan SDM-SDM unggul, mampu mengelola maupun menghasilkan hasil-hasil riset dan inovasi yang berkontribusi untuk pengembangan berbagai industri di Indonesia.

"Sehingga, harapannya ke depan berbagai produk itu merupakan karya Indonesia, industri Indonesia, sehingga ketergantungan kita terhadap impor, kemudian mengalirnya kekayaan alam kita kayak luar negeri karena kita tidak mampu memproduksi sesuatu itu menjadi berkurang," papar Brian Yuliarto.

Diketahui, Presiden memberi sambutan secara tertutup dari awak media dalam kegiatan tersebut.

Di tengah-tengah sambutannya saat membacakan daftar menteri yang diundang, Presiden berkelakar soal awak media yang dipersilakan meninggalkan ruangan.

Adapun KSTI 2025 dilaksanakan pada 7-9 Agustus 2025. Kegiatan ini turut mengundang lebih dari 350 pimpinan perguruan tinggi di Indonesia, serta 1.000 peneliti terbaik yang ada di Indonesia.

Konvensi ini menitikberatkan pada integrasi riset, pendidikan tinggi, dan industri dalam delapan sektor prioritas: pangan, energi, kesehatan, pertahanan, maritim, hilirisasi dan industrialisasi, digitalisasi (termasuk AI dan semikonduktor), serta material dan manufaktur maju.

Seluruh sektor tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan strategis Indonesia menuju kemandirian teknologi dan peningkatan daya saing global.

Kegiatan KSTI 2025 meliputi sesi diskusi panel, executive session bersama jajaran kementerian dan lembaga strategis, sharing session dari para peraih Nobel dan akademisi dunia, serta pameran hasil riset dan inovasi industri. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.