Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertumbuhan 5,12% Picu Pertanyaan Publik, BPS Diusulkan Agar Diaudit Independen

📅 Kamis, 07 Agu 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Tidak Riil

Sementara itu, Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhisthira mengatakan, data pertumbuhan ekonomi BPS tidak mencerminkan kondisi riil ekonomi. Ada beberapa data yang janggal, salah satunya soal pertumbuhan industri pengolahan.

Selisih data terlalu berbeda antara BPS dan Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur. BPS menghitung adanya pertumbuhan 5,68 persen secara year on year (yoy) untuk industri pengolahan, sementara akhir Juni 2025, PMI Manufaktur turun dari 47,4 menjadi 46,9.

“Jadi penjelasannya apa? bagaimana mungkin PHK massal di padat karya meningkat, terjadi efisiensi dari sektor industri, penjualan semen turun, bahkan di sektor hilirisasi juga smelter nikel ada yang berhenti produksi tapi industri tumbuh tinggi,”tanya Bhima.

Begitu pula dengan konsumsi rumah tangga yang hanya tumbuh 4,97 persen, padahal kontribusinya 54,2 persen terhadap PDB. Idealnya konsumsi tumbuhnya di atas 5 persen agar pertumbuhan ekonomi total jadi 5,12 persen.

Pertumbuhan ekonomi juga naik lebih tinggi dari kuartal I 2025 padahal kuartal I ada momen ramadhan dan lebaran, sementara di kuartal ke II tidak ada efek musiman.

Sektor konstruksi tumbuh 4,98 persen, padahal tidak ada proyek pemerintah baru yang berjalan. Bahkan sebagian proyek terkena efisiensi anggaran. Proyek 3 juta rumah juga belum terealisasi.

Selain itu data pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi meragukan karena tumbuh 6,99 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

“Apa ada investasi domestik yang naik signifikan di tengah tekanan ekonomi? Itu perlu di cek lagi dan kami dari Celios ingin BPS membuka data rinci soal PMTB dan metodologi pengambilan datanya. Ada indikasi yang membuat masyarakat meragukan akurasi data BPS,”tegas Bhima.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Luar Negeri
Ethiopia Memanas Lagi, Bant...
Luar Negeri
Russia Tidak Tinggal Jika N...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.