Jepang Gelar Upacara Mengenang Korban Bom Atom Hiroshima
📅 Kamis, 07 Agu 2025, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Richard A Brooks
HIROSHIMA – Jepang pada Rabu (6/8) memperingati 80 tahun pengeboman atom di Hiroshima dengan sebuah upacara yang mengingatkan dunia akan kengerian yang ditimbulkannya, sementara ketegangan antara Amerika Serikat dan Russia membuat "Jam Kiamat" nuklir kian mendekati tengah malam.
Doa mengheningkan cipta diadakan pada pukul 8.15 pagi, saat pesawat AS Enola Gay menjatuhkan "Little Boy" di atas kota Jepang bagian barat pada 6 Agustus 1945.
Pada pagi yang terik, ratusan pejabat, mahasiswa dan penyintas yang berpakaian hitam meletakkan bunga di Tugu Peringatan di Taman Peringatan Perdamaian Hiroshima, dengan reruntuhan bangunan berkubah di latar belakang, sebuah pengingat nyata akan kengerian yang terjadi.
Dalam pidatonya, Wali Kota Hiroshima, Kazumi Matsui, memperingatkan bahwa tren percepatan pembangunan militer di seluruh dunia dengan latar belakang invasi Russia ke Ukraina dan kekacauan di Timur Tengah.
"Perkembangan ini jelas-jelas mengabaikan pelajaran yang seharusnya dipelajari masyarakat internasional dari tragedi sejarah," ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sedangkan Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, mengatakan bahwa misi Jepang adalah untuk memimpin menuju dunia tanpa senjata nuklir.
Jumlah korban tewas terakhir dari serangan Hiroshima mencapai sekitar 140.000 orang, yang tewas bukan hanya akibat ledakan besar dan bola api, tetapi juga akibat radiasi.
Tiga hari setelah "Little Boy", pada 9 Agustus, bom atom lainnya menewaskan 74.000 orang di Nagasaki. Dua serangan bom atom itu menyebabkan Kekaisaran Jepang menyerah pada 15 Agustus dan mengakhiri Perang Dunia II.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat ini, Hiroshima adalah kota metropolitan yang berkembang pesat dengan penduduk 1,2 juta jiwa, tetapi serangan itu masih terkenang dalam ingatan banyak orang. Menjelang upacara, orang-orang mulai berbaris untuk memberikan penghormatan kepada para korban di depan tugu peringatan. Sebelum fajar pada Rabu, ramai keluarga yang kehilangan orang yang dicintai dalam serangan itu juga datang untuk berdoa.
Pengingat Nyata
Terkait peringatan 80 tahun pengeboman atom di Hiroshima, pemimpin Gereja Katolik dunia, Paus Leo XIV mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa di masa kita semua menghadapi ketegangan dan konflik global yang meningkat, Hiroshima dan Nagasaki tetap menjadi pengingat yang nyata akan kengerian mendalam yang diakibatkan oleh senjata nuklir.
Sedangkan Sekjen PBB, Antonio Guterres, memperingatkan bahwa senjata yang membawa kehancuran seperti yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki sekali lagi diperlakukan sebagai alat pemaksaan.
Sementara itu pada Januari lalu, Jam Kiamat milik Buletin Ilmuwan Atom bergeser ke detik 89 menjelang tengah malam, yang paling dekat dalam 78 tahun sejarahnya. Jam yang melambangkan jarak umat manusia dari kehancuran terakhir kali diundur 90 detik menuju tengah malam selama invasi Russia ke Ukraina pada 2022 lalu.
Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI) memperingatkan pada Juni lalu bahwa perlombaan senjata nuklir baru yang berbahaya, tengah muncul pada saat rezim pengendalian senjata sangat melemah, karena hampir semua dari sembilan negara pemilik senjata nuklir telah melakukan modernisasi persenjataan mereka. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!