Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rumah Jampidsus Mendadak Dijaga Ketat TNI, Ada Apa dengan Febrie Adriansyah?

📅 Selasa, 05 Agu 2025, 12:00 WIB | Oleh:
Rumah Jampidsus Mendadak Dijaga Ketat TNI, Ada Apa dengan Febrie Adriansyah? Doc: Istimewa
Ket. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna

JAKARTA - Kediaman pribadi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, belakangan menjadi sorotan publik. 

Pasalnya, rumah pejabat tinggi di bidang pemberantasan korupsi tersebut dijaga ketat prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pemandangan tak biasa ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat, apa sebenarnya yang sedang terjadi?

Kejaksaan Agung (Kejagung) pun akhirnya angkat bicara. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, mengonfirmasi pengamanan yang dilakukan aparat TNI tersebut bukan tindakan mendadak atau tanpa dasar hukum. 

Ia menegaskan hal tersebut sudah sesuai prosedur dan bahkan dilandasi dengan dokumen resmi berupa Nota Kesepahaman (MoU) antara Jaksa Agung ST Burhanuddin dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

“Sudah ada MoU antara Panglima TNI dan Jaksa Agung, dan ada juga dasar hukumnya lewat Perpres,” kata Anang, Senin (4/8/2025), menjawab kehebohan yang terjadi di media sosial dan publik.

Namun, di balik pernyataan normatif itu, muncul spekulasi-spekulasi liar. Apakah penjagaan ekstra ini merupakan sinyal bahwa Febrie tengah menangani kasus-kasus besar yang membuatnya menjadi target pihak-pihak tertentu? 

Anang tidak secara spesifik menyebutkan ancaman, tetapi ia menyiratkan status Febrie sebagai Jampidsus yang menangani perkara korupsi kelas kakap adalah faktor utama perlunya pengamanan tersebut.

“Pak Febrie ini kan menangani kasus-kasus korupsi besar. Jadi dari dulu memang sudah ada pengamanan dari TNI,” tegasnya.

Meski dijaga layaknya tokoh negara, Febrie disebut tetap menjalani rutinitas seperti biasa dan kini berada di kantornya menjalankan tugas-tugasnya. 
Tapi wajar jika publik tetap bertanya-tanya, penjagaan ketat seperti ini, apakah hanya protokoler, atau ada tekanan atau bahaya besar yang belum diungkap ke publik?

Fenomena ini membuka tabir betapa panas dan berbahayanya dunia pemberantasan korupsi di Indonesia. Seorang pejabat bisa saja disorot bukan karena kesalahannya, tetapi karena keberaniannya menyentuh kasus-kasus besar yang menyenggol kepentingan kuat.

Kita hanya bisa menunggu, apakah penjagaan ini akan berakhir dalam senyap atau justru menjadi pembuka babak baru dari drama besar pemberantasan korupsi di negeri ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.