Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ngotot Beli Jet Tempur Rp100 Triliun Saat Anggaran Ditekan, Indonesia Pamer Kekuatan Lewat 48 Jet Siluman KAAN dari Turki

📅 Selasa, 05 Agu 2025, 12:33 WIB | Oleh:
Ngotot Beli Jet Tempur Rp100 Triliun Saat Anggaran Ditekan, Indonesia Pamer Kekuatan Lewat 48 Jet Siluman KAAN dari Turki Doc: Istimewa
Ket. Potret jet tempur siluman KAAN

JAKARTA - Di tengah kebijakan efisiensi anggaran belanja negara sebesar Rp30 triliun, pemerintah Indonesia justru membuat langkah mengejutkan, memborong 48 unit jet tempur generasi kelima KAAN dari Turki. 

Keputusan ini sontak menuai kontroversi, namun Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan langkah tersebut bukan bentuk pemborosan, melainkan strategi krusial memperkuat pertahanan negara di tengah ketidakpastian global.

Menurut Dasco, di tengah dinamika geopolitik yang kian memanas, termasuk potensi konflik terbuka di kawasan Indo-Pasifik, investasi di sektor pertahanan tak bisa ditunda hanya karena kondisi fiskal sedang ketat. 

"Pertahanan bukan perkara bisa atau tidak, tapi soal wajib atau tidak. Dan ini adalah keharusan," tegasnya.

Penandatanganan kontrak pembelian dilakukan dalam pameran industri pertahanan terbesar di Turki, IDEF 2025, yang digelar di Istanbul. 

Acara ini dihadiri langsung Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, yang menyaksikan proses tersebut sebagai simbol komitmen pemerintah dalam modernisasi kekuatan militer Indonesia secara serius dan jangka panjang.

Jet tempur KAAN sendiri merupakan salah satu jet generasi kelima tercanggih buatan Turki, digadang-gadang setara dengan F-35 milik Amerika Serikat. 

KAAN dirancang memiliki kemampuan stealth, avionik canggih, serta daya tempur udara ke udara dan udara ke darat yang luar biasa. Pengadaan 48 unit jet ini bukan hanya soal alat perang, tapi juga simbol kebangkitan Indonesia sebagai kekuatan udara regional.

Langkah ini juga mempertegas kerja sama strategis Indonesia–Turki yang dijalin sejak Juni 2025. Hubungan ini dinilai saling menguntungkan dan membuka peluang kolaborasi teknologi serta kemandirian industri pertahanan ke depannya.

Meski kebijakan ini memunculkan perdebatan publik, pemerintah tampaknya tak goyah. Mereka yakin bahwa memperkuat TNI dengan alutsista modern menjadi satu-satunya jalan menghadapi tekanan geopolitik dan menjaga kedaulatan di era persaingan militer global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
KAI: Kunjungan Wisatawan La...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.