Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banjir Tak Kunjung Surut, Warga Kebon Pala 2 Hari Bertahan Tanpa Mengungsi Meski Rumah Terendam Hampir 1 Meter

📅 Selasa, 05 Agu 2025, 13:15 WIB | Oleh:
Banjir Tak Kunjung Surut, Warga Kebon Pala 2 Hari Bertahan Tanpa Mengungsi Meski Rumah Terendam Hampir 1 Meter Doc: Istimewa

JAKARTA - Wilayah padat penduduk di Kebon Pala, RW 04 dan RW 05 Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, kembali diterjang banjir akibat luapan Kali Ciliwung. 

Sejak dini hari Selasa (5/8/2025), air setinggi hampir satu meter merendam permukiman warga dan memaksa mereka bertahan dalam kondisi darurat untuk hari kedua berturut-turut.

Ketua RT 13 RW 04, Sanusi, mengonfirmasi banjir mulai menggenangi rumah-rumah warganya sekitar pukul 03.00 WIB, dengan ketinggian mencapai 95 cm. Ia menyebut ini adalah banjir kedua hanya dalam kurun waktu dua hari. 

"Kemarin juga banjir, ketinggiannya kurang lebih sama. Dua hari berturut-turut air masuk ke rumah," ujarnya saat ditemui di lokasi.

Menurut penuturan warga, banjir yang terus berulang ini disebabkan naiknya debit air kiriman dari kawasan hulu, yakni Depok dan Bogor. 

Kenaikan status siaga pada Bendungan Katulampa dan Pos Pantau Depok sejak Minggu (3/8) malam sudah menjadi alarm bagi warga banjir kemungkinan besar akan datang menghampiri.

“Banjir di sini hampir selalu karena kiriman dari Bogor dan Depok. Begitu Katulampa siaga 3, kami sudah bersiap. Sayangnya tetap saja air naik,” kata Sanusi.

Meski sudah dua hari tergenang air, warga Kebon Pala memilih tidak mengungsi. Mereka lebih memilih bertahan di rumah masing-masing, menaikkan barang-barang berharga ke lantai dua, dan memindahkan kendaraan ke jalanan dengan permukaan lebih tinggi agar aman dari genangan.

"Alhamdulillah belum ada yang mengungsi, kami tetap bertahan. Siang ini air mulai surut, sekarang tinggal sekitar 40 cm. Warga juga sudah mulai bersih-bersih," ucap Sanusi.

Namun, kejadian ini kembali mengingatkan kita pada siklus banjir tahunan yang seolah tak kunjung menemukan solusi. Air kiriman dari hulu masih jadi momok yang terus mengancam permukiman di bantaran sungai. 

Meski warga Kebon Pala sudah terbiasa hidup berdampingan dengan banjir, tapi sampai kapan harus bersabar tanpa perubahan nyata?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.