Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pentingnya Digitalisasi untuk Mewujudkan Desa Anti Korupsi

📅 Minggu, 03 Agu 2025, 22:45 WIB | Oleh:
Pentingnya Digitalisasi untuk Mewujudkan Desa Anti Korupsi Doc: Antara
Ket. Pemprov Sulteng menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis bagi aparatur pemerintahan desa bagi calon desa percontohan anti korupsi.

Palu - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menekankan pentingnya digitalisasi desa dalam mewujudkan desa percontohan anti korupsi di daerah ini 

"Desa anti korupsi bukan semata-mata tentang pengawasan, tapi bagaimana kita membangun integritas budaya dari bawah sistematis dan berkelanjutan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosantik) Sulteng Wahyu Agus Pratama dalam keterangannya di Palu, Minggu.

Ia menekankan pentingnya digitalisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, khususnya sebagai upaya strategis dalam membangun integritas budaya dan pencegahan korupsi dari akar rumput.

Ia menjelaskan bahwa digitalisasi desa bukan hanya soal modernisasi, tetapi sebagai langkah nyata dalam mewujudkan pelayanan publik yang efisien dan transparan.

Menurut dia, digitalisasi desa bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan, transparansi dalam pengelolaan keuangan dan kegiatan, mempercepat pelaporan ke kecamatan dan kabupaten, serta memperluas akses data desa untuk perencanaan dan investasi.

Ia menyebut Desa Toro di Kabupaten Sigi sebagai salah satu gambaran nyata bahwa keterbatasan infrastruktur tidak menjadi penghalang untuk kemajuan.

"Desa Toro telah membuktikan bahwa dengan semangat kolaborasi dan pemanfaatan teknologi, desa di daerah terpencil pun bisa menjadi pelopor. Mereka menjadi desa digital pertama dan percontohan Smart Village di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Diskominfosantik Sulteng saat ini terus mendorong penerapan 18 indikator desa anti korupsi berbasis digital, sebagai bagian dari strategi integratif membangun tata pemerintahan mengelola desa yang unggul.

Untuk itu, ia mengharapkan pelaksanaan bimbingan teknis bagi aparatur pemerintahan desa dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat tata kelola desa yang transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi, demi mewujudkan desa-desa percontohan anti korupsi yang berdaya saing di Sulawesi Tengah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.