Mimpi yang Terwujud: Abdul Hafizi Akhirnya Bisa Sekolah di SMP Berkat Sekolah Rakyat
📅 Minggu, 03 Agu 2025, 21:15 WIB | Oleh: Tim PenulisNantinya, 100 siswa yang terdiri dari 50 siswa SMP dan 50 siswa SMA dibagi ke dalam empat rombongan belajar, masing-masing berisi 25 anak.
Tanggal 15 Agustus mendatang bukan sekadar hari pertama sekolah. Ini adalah hari di mana asa dirajut, di mana dedikasi belasan guru bertemu dengan harapan 100 anak didik.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 24 Samarinda kini memulai perjalanannya, membuktikan bahwa dengan niat dan kerja keras, tantangan dapat diatasi untuk melahirkan generasi baru yang tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi juga matang secara karakter.
Tiga SR rintisan Kaltim
Sebaiknya Anda baca juga:
Harapan bagi pendidikan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem di Kalimantan Timur kini mulai terwujud. Pemerintah Provinsi Kaltim secara serius menggarap program Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif pemerintah pusat yang bertujuan memberikan akses pendidikan berkualitas secara gratis.
Sebagai langkah awal, tiga lokasi di Samarinda telah disiapkan untuk memulai program ini pada tahun ajaran 2025-2026.
Andi Muhammad Ishak, Kepala Dinas Sosial Kaltim menerangkan lokasi rintisan ini memanfaatkan fasilitas yang sudah ada.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di gedung Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) adalah yang paling siap, dengan jenjang SMP dan SMA. Sementara itu, gedung Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) serta SMA Negeri 16 Samarinda juga akan membuka kelas untuk tingkat SD, SMP, hingga SMA.
"Semua lokasi ini tidak hanya berfungsi sebagai sekolah, tetapi juga sebagai asrama bagi para siswanya," ujar Andi.
Program ini secara khusus menyasar anak-anak yang terdata dalam kategori sangat miskin (desil 1 dan 2).
Tidak berhenti di situ, pembangunan sekolah permanen yang lebih besar juga sudah di depan mata. Sebuah lahan di sekitar Stadion Utama Palaran, Samarinda, mulai dibangun saat ini. Sekolah ini nantinya dirancang untuk menampung hingga 1.000 siswa dari SD hingga SMA, dengan anggaran mencapai Rp210 miliar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!