Mimpi yang Terwujud: Abdul Hafizi Akhirnya Bisa Sekolah di SMP Berkat Sekolah Rakyat
📅 Minggu, 03 Agu 2025, 21:15 WIB | Oleh: Tim PenulisSR 24 Samarinda adalah bukti bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga tentang membangun manusia seutuhnya. Dengan menyentuh akar persoalan—kesejahteraan mental dan rasa aman—sekolah ini tidak hanya memberikan ijazah, tetapi juga harapan dan fondasi yang kokoh bagi generasi muda.
Mengukir harapan
Di sebuah asrama yang terletak di dalam kompleks Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Timur, denyut Sekolah Rakyat baru mulai terasa. Sejak 31 Juli 2025, asrama ini sudah didiami 12 orang guru yang datang dari berbagai daerah, mulai Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga putra-putri daerah dari Samarinda dan Kutai Barat.
Mereka adalah para pionir, garda terdepan dari SR Terintegrasi 24 Samarinda yang siap memulai proses pendidikan pada 15 Agustus 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kedua belas guru yang mengantongi sertifikat pendidik ini bukan sekadar pengajar, melainkan para pemandu masa depan bagi 100 murid prasejahtera angkatan pertama. Mereka membawa semangat dan dedikasi, meninggalkan kampung halaman untuk mengabdi di pusat Kalimantan Timur.
"Guru-guru mayoritas berasal dari luar Kalimantan Timur, jadi kami sediakan asrama untuk memudahkan mereka," ujar Indra Bagus Yudistira, Wakil Kepala Pengembangan Mutu/Kurikulum.
Perjalanan pendidikan di sekolah ini tidak akan dimulai secara instan. Sekolah Rakyat Samarinda telah merancang sebuah proses adaptasi yang lebih mendalam. "Proses belajar juga akan diawali dengan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) ditambah program persiapan selama hampir tiga bulan," jelas Indra.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tujuannya mulia, menyatukan para siswa yang berasal dari latar belakang beragam dan membiasakan mereka dengan kehidupan berasrama.
Target yang dicapai adalah agar siswa dapat beradaptasi dengan baik. Jadi, setelah program persiapan selesai, barulah mereka mulai dengan materi pelajaran.
Ini adalah fondasi penting yang dibangun sekolah, memastikan bahwa kesiapan mental dan sosial murid sama prioritasnya dengan kesiapan akademis.
Meski semangat membara, jalan yang ditempuh bukannya tanpa tantangan. Kebutuhan ideal Sekolah Rakyat 24 Samarinda adalah 17 guru, yang berarti saat ini masih ada kekurangan lima tenaga pengajar.
Namun, hal itu tidak menyurutkan langkah mereka. Pihak sekolah telah menyiapkan solusi. "Untuk sementara, guru yang ada akan mengajarkan beberapa mata pelajaran yang dinilai mampu," kata Indra.
Proses rekrutmen tahap kedua pun masih bergulir, menjadi harapan untuk melengkapi formasi ideal. Saat ini, bidang-bidang studi vital seperti PPKN, Bahasa Inggris, Matematika, Biologi, TIK—yang bahkan memiliki dua guru dengan fokus khusus pada coding dan informatika umum—serta Bahasa Indonesia dan IPS telah terisi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!