Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mimpi yang Terwujud: Abdul Hafizi Akhirnya Bisa Sekolah di SMP Berkat Sekolah Rakyat

📅 Minggu, 03 Agu 2025, 21:15 WIB | Oleh: Tim Penulis

Sekolah Rakyat Terintegrasi (SR) 24 Samarinda resmi membuka pintunya, bukan sekadar sebagai lembaga akademis, tetapi sebagai sebuah rumah baru yang hangat bagi 100 murid prasejahtera jenjang SMP dan SMA.

Dengan sistem asrama penuh, sekolah ini mengusung sebuah misi mulia, yakni memutus mata rantai kemiskinan dengan terlebih dahulu membangun rasa nyaman.

Berlokasi sementara di kompleks Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kaltim, SR 24 menerapkan model yang berbeda secara fundamental dari sekolah reguler. Di sini, kurikulum utama pada bulan-bulan pertama bukanlah matematika atau fisika, melainkan adaptasi dan pemulihan psikologis.

"Dengan sistem asrama penuh, sekolah ini memprioritaskan kenyamanan dan kesiapan mental siswa sebelum memulai pembelajaran akademik formal," ungkap Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 24 Samarinda, Hasyim.

Ia sadar betul, para siswa yang datang dari berbagai latar belakang keluarga dengan tantangan ekonomi ekstrem membawa beban yang tak terlihat.

Karena itu, sekolah ini merancang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang tak biasa. Jika sekolah lain melakukannya dalam hitungan hari, SR 24 mengalokasikan waktu tiga minggu hingga tiga bulan.

“Yang ingin kami bentuk pertama kali adalah mereka tidak asing dulu dengan lingkungannya. Ini adalah masa persiapan krusial untuk membangun fondasi psikologis mereka,” terang Hasyim.

Selama masa rintisan ini, fokus utama adalah menciptakan lingkungan yang aman dan suportif. Pemerintah menanggung sepenuhnya seluruh kebutuhan siswa, mulai dari makan tiga kali sehari, makanan ringan, hingga delapan setel seragam gratis.

Fasilitas-fasilitas itu membebaskan mereka dari kekhawatiran kebutuhan dasar, sehingga bisa fokus pada proses belajar dan pengembangan diri.

Lebih dari sekadar fasilitas, pendekatan personal menjadi poros dari sistem pendidikan di SR 24. Setiap 10 siswa akan didampingi oleh satu wali asuh. Peran mereka bukan sekadar pengawas, melainkan sebagai mentor, sahabat, dan orang tua pengganti yang siap sedia memberikan dukungan emosional dan bimbingan.

Sistem itu yang dikoordinasikan oleh seorang wali asrama, memastikan tidak ada satu anak pun yang merasa sendirian.

Untuk memahami setiap anak secara mendalam, pihak sekolah melakukan serangkaian tes di awal masa pendidikan.

"Kami perlu melakukan tes untuk memetakan kemampuan dasar, kondisi kesehatan, hingga minat dan bakat mereka," ujar Hasyim. Pemetaan ini memungkinkan sekolah merancang intervensi yang personal dan tepat sasaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...

Uzbekistan Kemas Air Mineral 5 Liter Berbentuk Dumbbell

31 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Uzbekistan Kemas Air Minera...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.