Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Berau Ajak Warga Lestarikan Budaya untuk Menarik Wisatawan

📅 Sabtu, 02 Agu 2025, 13:55 WIB | Oleh:
Pemkab Berau Ajak Warga Lestarikan Budaya untuk Menarik Wisatawan Doc: ANTARA/HO-Prokopim Berau
Ket. Mandi-Mandi Pengantin, Prosesi siraman sebelum pernikahan yang merupakan upacara adat Berau di Kelurahan Sambaliung.

Berau, Kaltim -- Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mengajak warga melestarikan adat dan budaya hingga menampilkan di berbagai upacara, baik tingkat desa/kelurahan, maupun tingkat kecamatan untuk menarik wisatawan mengunjungi daerah itu.

Langkah ini perlu dilakukan untuk melengkapi destinasi wisata yang memang sudah banyak di Berau, baik wisata bahari seperti gugusan kepulauan Derawan yang tersebar di tiga kecamatan, kemudian wisata alam baik danau, hutan, hingga wisata buatan, dan lainnya," kata Plt Asisten II Setda Berau, Warji di Tanjung Selor, Berau, Sabtu.

"Hingga kini beberapa desa/kelurahan di Berau masih mempertahankan adat dan budaya, bahkan menampilkan tradisi mereka saat upacara tertentu atau upacara adat, sehingga bagi desa lain yang belum, kami ajak untuk melestarikan warisan leluhur ini," kata Warji.

Ia pun mengapresiasi desa/kelurahan yang masih merawat tradisi nenek moyang yang merupakan kekayaan non-benda tersebut. Salah satunya Kelurahan Sambaliung di Kecamatan Sambaliung, yang pada 31 Juli 2025 mengeksplorasi adat budaya mereka saat merayakan hari jadi ke- 23 tahun kelurahan tersebut.

Dalam upacara hari jadi itu, Kelurahan Sambaliung menggelar Festival Abutta Banua, dirangkai dengan berbagai lomba tradisional dan mengenalkan adat Suku Berau, sehingga festival ini dapat menarik perhatian warga lain untuk berkunjung.

Dampak dari kunjungan wisatawan pun diyakini memiliki rantai panjang, mulai dari transportasi, produk kuliner baik makanan maupun minuman yang terjual, bahkan hingga penginapan jika pengunjung jauh dari luar daerah terlebih turis asing, hingga penjualan suvenir maupun produk khas lain yang bisa dijadikan oleh-oleh.

Terlebih dalam festival di Sambaliung tersebut juga diperkenalkan adat Berau, yaitu Mandi-Mandi Pengantin, prosesi siraman sebelum pernikahan secara adat, kemudian ada lomba tari kreasi daerah, baladun, babada, hingga sejumlah lomba lain yang bersifat tradisional.

"Ajang budaya seperti ini diharapkan dapat meningkatkan semangat dalam melestarikan budaya dan kearifan lokal, sekaligus menarik perhatian wisata untuk menyaksikan tradisi adat kampung, sehingga hal ini akan mendatangkan kesejahteraan masyarakat," ujar Warji.

Ia juga mendorong peran aktif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Pokdarwis, pelaku wisata, dan masyarakat untuk bersatu dalam merawat kekayaan budaya, lantas mengenalkan kebudayaan daerah.

"Hal ini penting karena Kabupaten Berau sebagai salah satu mitra Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diunggulkan untuk sektor wisata dan sejarah. Pelestarian adat dan budaya di tiap kampung akan mendukung jajaran destinasi wisata yang tersebar di Berau," kata Warji lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.