Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menilik Potensi Jumbo Pariwisata Musik Nasional

8 Sabtu, 02 Agu 2025, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menilik Potensi Jumbo Pariwisata Musik Nasional Menilik Potensi Jumbo Pariwisata Musik Nasional Doc: Kemenpar
Ket. Event Prambanan Jazz Festival 2025.

Peny Meliaty Hutabarat, Universitas Indonesia

Menonton acara musik di stadion atau gedung pertunjukan adalah hal biasa. Tapi bayangkan kalau kamu bisa menonton penampilan musisi favoritmu di tempat eksotis seperti pegunungan atau situs bersejarah? Tentu ini akan menjadi pengalaman yang  istimewa.

Tak heran, hal ini membikin festival tahunan Coachella begitu digandrungi, tak hanya oleh turis lokal Amerika Serikat, tapi juga wisatawan dari berbagai negara.

Inilah esensi perkembangan dari experience economy, di mana pengalaman emosional, baik yang didengar atau dilihat menjadi “mata uang baru” dalam dunia pariwisata.

Fenomena ini kemudian melahirkan pariwisata musik, yang kini kian disukai masyarakat. Bukan sekadar menghadiri konser, orang-orang tertarik ingin merasakan pertunjukan di tempat yang memiliki nilai kultural dan emosional tertentu.

Di Tanah Air, Jazz Gunung Bromo jadi contoh pariwisata musik yang cukup populer karena menyajikan pertunjukan musik yang berpadu dengan suasana kabut pegunungan dan kearifan lokal. Pun pagelaran Prambanan Jazz yang menyajikan musik di antara candi-candi bersejarah, sebuah kolaborasi unik antara seni dan warisan budaya.

Apa yang membuat pariwisata musik relevan dan diterima?

Pariwisata musik menyatukan pengalaman musik dengan suasana tempat. Inilah yang menjadikannya sebagai medium lintas budaya sekaligus sarana membangun identitas.

Pengalaman musikal yang dibingkai dalam lanskap dan nilai lokal terbukti menciptakan ingatan kolektif yang lebih dalam. Namun agar tetap relevan dan berdampak nyata, keautentikannya harus dijaga.

Festival musik jangan hanya sekadar memindahkan panggung ke lokasi cantik, tetapi juga menyerap denyut lokal.

Dalam penyelenggaraannya, sajian festival yang menghadirkan berbagai genre mesti menggandeng para seniman daerah dan melibatkan masyarakat setempat. Di sinilah letak kekuatannya: menyatukan ekonomi kreatif, diplomasi budaya, dan keberlanjutan destinasi.

Autentik bukan berarti kuno atau konservatif. Ciri khas lokal ini justru membuka ruang untuk inovasi yang berpijak pada karakter dan kearifan lokal.

Ketika pariwisata musik dibangun dengan memahami konteks, maka bukan hanya wisatawan yang pulang dengan kesan, tetapi komunitas lokal pun tumbuh bersama ritmenya.

Potensi nyata yang mulai digarap

Indonesia tengah berada di jalur yang tepat untuk menjadikan pariwisata musik sebagai kekuatan pariwisata nasional. Salah satu contohnya adalah Prambanan Jazz Festival (PJF), yang rutin digelar di pelataran Candi Prambanan. Sejak digelar pertama kali pada 2015, PJF tak hanya menjadi konser tahunan, tapi juga destinasi wisata dan warisan budaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.