Menilik Potensi Jumbo Pariwisata Musik Nasional
📅 Sabtu, 02 Agu 2025, 15:00 WIB | Oleh: Tim PenulisPariwisata musik bukan euforia sesaat. Pariwisata jenis ini membawa efek berganda, mendorong UMKM, menghidupkan ekonomi lokal, dan memberi panggung bagi seniman daerah. Secara sosial, ia juga menciptakan ruang kebersamaan lintas usia dan kelas sosial, sesuatu yang jarang dimiliki bentuk pariwisata lain.
Namun untuk menjadikan ini berkelanjutan, pariwisata musik perlu dikemas sebagai pengalaman terkurasi. Pemilihan artis, lokasi, kenyamanan penonton, hingga narasi festival harus dirancang dengan cermat, memperhatikan keragaman demografi tanpa mengorbankan keasliannya.
Inilah peluang besar yang kerap tak disadari dan belum digarap maksimal, karena kebijakan musik dan pariwisata berjalan sendiri-sendiri. Padahal, keduanya bisa saling menguatkan. Hal ini seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk sekaligus membangun ekosistem musik nasional.
Kita juga bisa belajar dari fenomena global. Lihat saja Taylor Swift yang bisa mendongkrak ekonomi setempat (Swiftonomics) di mana pun ia tampil. Atau, grup vokal pria asal Korea Selatan Bangtan Sonyeondan atau BTS yang sudah menjadi fenomena global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pariwisata musik adalah cermin perubahan cara kita menikmati hidup. Ada kenangan, identitas, kesenangan, dan harapan di dalamnya. Ketika musik menyatu dengan ruang dan waktu, maka kita tidak sekadar hadir, kita sedang mengalami hidup.
Peny Meliaty Hutabarat, Dosen Tetap Program Studi Penyiaran Multimedia Vokasi Universitas Indonesia, Kandidat Doktor - Administrasi Bisnis FIA UI, Peneliti di bidang Pariwisata Musik (Music Tourism), Multiplatform dan Ekonomi Pengalaman (Experience Economy), Universitas Indonesia
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!