Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Studi: Gaya Hidup Sehat Mampu Menurunkan Risiko Demensia dan Alzheimer

📅 Jumat, 01 Agu 2025, 14:23 WIB | Oleh:
Studi: Gaya Hidup Sehat Mampu Menurunkan Risiko Demensia dan Alzheimer Doc: Acenda Health
Ket. Ilustrasi.

JAKARTA - Penyakit Alzheimer dan demensia merupakan kondisi yang menimbulkan beban emosional, sosial dan finansial yang berat baik bagi penderita maupun keluarga.

Dikutip dari Eatingwell, Jumat (1/8), penurunan daya ingat pada lansia sering kali disebabkan oleh beberapa faktor sehingga pengobatan yang efektif idealnya mengatasi beberapa target sekaligus.

Meskipun pengobatan terbaru menunjukkan hasil yang menjanjikan pada penyakit alzheimer tahap awal namun pencegahan sebaiknya juga dapat dilakukan.

Sebuah studi Finger yang dilakukan di Finlandia menunjukkan gabungan perubahan gaya hidup sehat mampu meningkatkan daya ingat dan daya pikir lansia yang berisiko terkena demensia.

Penelitian dilakukan dengan merekrut subjek lansia usia 60-79 tahun yang tidak memiliki masalah memori tetapi berisiko lebih tinggi terkena demensia.

Peserta dibagi dalam dua kelompok yang berfokus pada peningkatan kesehatan otak melalui kegiatan fisik, kegiatan kognitif, pola makan sehat, keterlibatan sosial dan pemantauan kesehatan jantung, perbedaan antara dua kelompok adalah pada acara pelaksanaan program.

Kelompok pertama menerima dukungan tambahan dari para profesional terlatih dan bekerja sama erat dengan tim sebaya yang terdiri atas 10-15 orang untuk motivasi dan akuntabilitas dan menghadiri 38 pertemuan tim selama dua tahun yang dipimpin spesialis.

Kelompok itu juga berpartisipasi dalam latihan fisik selama 30-35 menit hingga empat kali seminggu, latihan kekuatan dan fleksibilitas dua kali seminggu, latihan kognitif berbasis komputer selama seminggu selama 30 menit dan terlibat aktivitas sosial.

Kemudian juga mengonsumsi sayuran berdaun hijau, beri, kacang-kacangan, minyak zaitun, ikan dan membatasi gula dan lemak tidak sehat serta pemantauan kesehatan selama enam bulan.

Sementara kelompok kedua adalah kelompok yang dipandu sendiri dan mandiri namun memiliki akses ke sumber daya tentang perubahan gaya hidup sehat, kiat olahraga dan kesehatan otak dan dukungan tim sebaya dan navigator selamat dua tahun serta memeriksakan kesehatan setahun sekali.

Hasilnya, kedua kelompok menunjukkan peningkatan fungsi otak secara keseluruhan seiring waktu yang diukur berdasarkan skor kognitif global.

Peneliti juga menemukan pada kelompok pertama, perencanaan, pemecahan masalah dan multitasking lebih meningkat.

Kemudian dalam kecepatan pemrosesan, kelompok pertama menunjukkan peningkatan sedikit lebih besar namun tidak terlalu signifikan.

Serta dalam hal mengingat peristiwa tertentu, kedua kelompok meningkat secara hampir sama tanpa perbedaan yang berarti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

12 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.