Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gagal Jadi PPPK, Penjaga Sekolah Gembok Kelas! 140 Siswa SD Terpaksa Belajar di Teras

📅 Jumat, 01 Agu 2025, 12:43 WIB | Oleh:
Gagal Jadi PPPK, Penjaga Sekolah Gembok Kelas! 140 Siswa SD Terpaksa Belajar di Teras Doc: Instagram
Ket. Kelas digembok, siswa SD belajar di teras

Pemandangan tak biasa terjadi di SD Negeri 04 Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Sebanyak 140 siswa terpaksa belajar di teras sekolah selama tiga hari terakhir. Bukan karena bencana alam atau renovasi, melainkan buntut dari kekecewaan seorang penjaga sekolah yang gagal lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Penjaga sekolah tersebut diduga menggembok ruang-ruang kelas, menyebabkan proses belajar mengajar harus berlangsung di ruang terbuka. Aksi ini memicu keprihatinan banyak pihak, terlebih karena yang dirugikan adalah para siswa yang tidak tahu-menahu soal persoalan orang dewasa.

Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Rudi Rilis, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, aksi penggembokan ruang kelas sudah berlangsung sejak tiga hari lalu. Pemerintah sebenarnya telah menjadwalkan mediasi pada Kamis, (31/7), namun pertemuan itu gagal karena sang penjaga sekolah tak kunjung hadir.

“Benar, itu sudah terjadi sejak tiga hari belakangan. Hari ini kami jadwalkan mediasi, tapi yang bersangkutan tidak datang,” ujar Rudi saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon.

Lebih lanjut, Rudi menjelaskan bahwa tanah yang digunakan untuk mendirikan sekolah dulunya merupakan tanah ulayat milik keluarga sang penjaga sekolah. Namun, tanah itu sudah dihibahkan secara resmi kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan saat ini telah tercatat sebagai aset pemerintah.

Meski demikian, kekecewaan karena gagal menjadi ASN tampaknya membuat sang penjaga sekolah mengambil langkah emosional. Aksi menggembok ruang kelas pun dilakukan sebagai bentuk protes personal, namun berdampak luas pada proses pendidikan anak-anak.

Rudi mengatakan pihaknya masih berharap proses mediasi bisa dilakukan dalam waktu dekat agar tak perlu melibatkan aparat hukum. Namun, jika situasi terus berlarut, langkah tegas bisa saja diambil.

“Kasihan anak-anak harus belajar di teras. Kami masih berharap bisa diselesaikan baik-baik. Tapi kalau mediasi gagal, tentu akan kami minta bantuan dari aparat,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
  • Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia
    Preview komentar:
    Terima kasih atas liputan yang mendalam ini; sangat ...
  • Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian
    Preview komentar:
    Bukannya Vivo & BP 92 udah 16.130 dari ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

5 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Ekonomi
Kabar Baik! Rupiah Menguat ...

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Jumlah rumah rusak akibat g...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.