Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

'Panggil Aku Ayah': Film Ini Jawab Tantangan 'Fatherless' di Indonesia

📅 Kamis, 31 Jul 2025, 03:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
'Panggil Aku Ayah': Film Ini Jawab Tantangan 'Fatherless' di Indonesia Doc: Antara
Ket. Gala Premiere film "Panggil Aku Ayah", di Jakarta pada Rabu (30/7).

Jakarta - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji mengatakan film Panggil Aku Ayah dapat menjawab tantangan kurangnya peran ayah dalam pengasuhan atau fatherless di Indonesia.

Film tersebut juga berkesinambungan dengan salah satu program terbaik hasil cepat Kemendukbangga/BKKBN, yakni Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), yang merupakan gerakan optimalisasi peran ayah untuk menjawab fenomena fatherless. GATI juga memberikan layanan konseling mulai dari pranikah, menikah, akan dan saat memiliki anak, serta konsorsium komunitas ayah teladan.

"Banyak yang bertanya di media sosial, bagaimana nasib mereka yang tidak mempunyai ayah karena meninggal, perceraian, tanpa status. Ini beberapa pertanyaan yang muncul. Lalu ada film Panggil Aku Ayah, yang mungkin bisa menjawab pertanyaan tersebut," ujar Wihaji, saat menghadiri gala premiere film "Panggil Aku Ayah" bersama produser, sutradara, dan para pemeran, di Jakarta, Rabu (30/7).

Lebih dari sekadar kehadiran fisik, GATI juga menekankan bahwa menjadi ayah bukan sekadar garis keturunan, melainkan soal keterlibatan dan kasih sayang.

"Banyak keluarga dibangun oleh figur ayah sambung atau ayah asuh yang hadir sepenuh hati. Haruskah ayah selalu sedarah?" ujar Wihaji pula.

Melalui pendekatan inklusif dalam film Panggil Aku Ayah, pemerintah terus mendukung pembangunan keluarga yang adaptif, saling menghargai, dan menjadikan setiap anggota keluarga sebagai bagian penting dalam tumbuh kembang.

Berdasarkan data keluarga, saat ini terdapat 72.182.781 keluarga, dengan kepala keluarga perempuan sekitar 11,5 juta, dan anak yang kehilangan ayah sekitar 20,9 persen. Oleh karena itu, pesan utama dalam film Panggil Aku Ayah menekankan soal karakter atau peran ayah yang bisa didapatkan dari siapa pun, tidak sekadar ayah kandung saja.

"Sikap dan perilaku orang bisa berubah dalam beberapa detik, seperti karakter di film tersebut yang menampilkan karakter Rosa, Pacil, Mang Dedi, Mang Tatang, Rahmat dan lainnya," katanya pula.

Film "Panggil Aku Ayah" akan tayang secara serentak pada 7 Agustus 2025 mendatang. Wihaji berencana akan menonton kembali film tersebut bersama para Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang program GATI secara lebih luas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Doakan Atlet Sumaya, Hari Ini akan Berjuang di Final Teqball

Doakan Atlet Sumaya, Hari Ini akan Berjuang di Final Teqball

20 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.