TNI AL Evakuasi Personel dan Kapal Perang dari Lanal Antisipasi Tsunami Dampak Gempa Rusia
📅 Rabu, 30 Jul 2025, 20:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara Foto
TNI AL mengevakuasi personel dan kapal perang yang ada di beberapa pangkalan TNI AL (lanal) guna mengantisipasi terjadinya tsunami yang diakibatkan gempa di Rusia.
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana TNI Denih Hendrata kepada Antara di Jakarta, Rabu, mengatakan salah satu yang sudah melakukan evakuasi pasukan dan peralatan yakni Lanal Gorontalo yang dikomandani Letkol Laut (P) Hanny Chandra.
Denih mengatakan, sebelum mengevakuasi pasukan, pihak Lanal terlebih dahulu mengevakuasi warga dari wilayah pesisir.
"Petugas menyampaikan informasi terkait peringatan dini bahaya tsunami kepada seluruh masyarakat pesisir pantai untuk waspada dan para nelayan agar tidak melaut terlebih dahulu sampai situasi aman," kata Denih.
Setelah itu, barulah pihak lanal mengevakuasi seluruh personel dan mengamankan beberapa alat utama sistem senjata (alutsista).
Sebaiknya Anda baca juga:
"Petugas menyampaikan informasi kepada Posal dan Posmat jajaran Lanal Gorontalo untuk mengamankan personil dan material yang ada," kata Denih.
"Prajurit juga mengamankan alutsista seperti kapal angkatan laut (KAL), CB, Rigid Bouyancy Boat (RBB) dan kapal Sea Rider," jelas Denih.
Setelah selesai mengevakuasi peralatan tempur dan personel, barulah TNI AL membangun posko evakuasi di beberapa tempat untuk warga pesisir.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Lanal Gorontalo menyiapkan posko tanggap darurat bencana di tiga titik yakni Mako Satgas Lanal Kwandang, Mako Lanal Gorontalo dan Posal Kwandang," kata Denih.
Dia menjelaskan, para pengungsi ditempatkan di dua gedung yakni gedung Asangi dan Payungga yang ada di lanal.
Tercatat ada 80 warga Desa Leato Selatan yang telah mengungsi di tempat itu. Tidak hanya tempat pengungsian, TNI AL juga menyediakan satu mobil ambulan dan dua perahu sekoci karet di lokasi pengungsian.
Beberapa personel lanal dan gabungan dari petugas pemerintah daerah serta personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat juga ditugaskan untuk menjaga posko tersebut.
Denih memastikan posko tersebut akan terbuka dan seluruh personelnya akan bersiaga hingga situasi kondusif.
"Pukul 19.00 WITA rencana BMKG akan memberikan pernyataan situasi aman dan pengungsi diijinkan kembali kerumah masing-masing," kata Denih.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!