Ketegangan di Perbatasan Thailand-Kamboja Mereda Usai Gencatan Senjata
📅 Rabu, 30 Jul 2025, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SChaiya Phumjaroen, 51 tahun, mengatakan dia kembali ke kota untuk membuka kembali tokonya pada Selasa pagi, setelah mendengar kesepakatan gencatan senjata di berita.
"Saya sangat senang gencatan senjata terjadi," ujarnya. "Jika mereka terus bertempur, kita tidak punya peluang untuk menghasilkan uang."
Negosiasi Perdagangan
Kedua negara tetangga di Asia Tenggara ini telah berselisih selama beberapa dekade atas sengketa perbatasan mereka dan telah terlibat konflik sejak terbunuhnya seorang tentara Kamboja dalam pertempuran kecil di akhir bulan Mei, yang menyebabkan penumpukan pasukan di kedua belah pihak dan krisis diplomatik besar-besaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kesepakatan ini memberikan harapan baru bagi perdamaian dan stabilitas di perbatasan Thailand dan Kamboja, serta menunjukkan efektivitas mediasi regional dalam mengatasi konflik.
Perundingan damai hari Senin terjadi setelah dorongan berkelanjutan oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, di mana Trump memperingatkan para pemimpin Thailand dan Kamboja bahwa negosiasi perdagangan tidak akan maju jika pertempuran terus berlanjut.
Thailand dan Kamboja menghadapi tarif sebesar 36 persen atas barang-barang mereka di AS, pasar ekspor terbesar mereka, kecuali jika pengurangan tarif dapat dinegosiasikan. Setelah kesepakatan gencatan senjata tercapai, Trump mengatakan ia telah berbicara dengan kedua pemimpin dan telah menginstruksikan tim perdagangannya untuk memulai kembali perundingan tarif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!