Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Restu Gunawan: Kebaya Bukan Sekadar Busana, Tapi Jati Diri Indonesia

📅 Minggu, 27 Jul 2025, 22:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Restu Gunawan: Kebaya Bukan Sekadar Busana, Tapi Jati Diri Indonesia Doc: Antara Foto
Ket. Perayaan Hari Kebaya Nasional yang dilaksanakan Kementerian Kebudayaan di Kota Surakarta bertema "“Pesona Kebaya Nusantara, Satu Benang Berjuta Cerita"

Direktur Jenderal Pelindungan Kebudaya dan Tradisi Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Restu Gunawan mengajak masyarakat Indonesia dalam momen Hari Kebaya Nasional untuk bisa menghidupkan kembali kebaya tidak hanya sebagai pakaian tradisional tapi juga sebagai identitas bangsa.

Pentingnya melestarikan kebaya sebagai identitas bangsa khususnya bagi para perempuan Indonesia juga tak lepas dari status kebaya yang telah ditetapkan sebagai warisan UNESCO yang artinya produk fesyen ini harus dijaga kelestariannya sebagai warisan budaya.

"Tugas kita bersama adalah menghidupi dan menghidupkan kebaya melalui berbagai aktivitas dan acara. Ini bisa berjalan dengan baik apabila ada dukungan bersama dari pemerintah, komunitas, serta seluruh masyarakat," kata Restu dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Maka dari itu, mewujudkan semangat tersebut Kemenkebud di Hari Kebaya Nasional menggelar acara bertajuk “Pesona Kebaya Nusantara, Satu Benang Berjuta Cerita" yang berlangsung di Kota Surakarta.

Acara ini menjadi spesial karena menjadi peringatan perdana untuk kebaya yang dihelat oleh pemerintah dan diyakini oleh restu gaung untuk melestarikan kebaya sebagai identitas bangsa bisa dirasakan dari kota penuh budaya ini.

"Peringatan pertama ini sungguh membanggakan, dan saya yakin gaungnya akan menyebar ke seluruh Indonesia dan dunia," ujar Restu.

Acara yang berlangsung pada Car Free Day Kota Surakarta ini diawali dengan kegiatan Parade Berkebaya, bergerak dari Gedung Wuryaningratan (House of Danar Hadi) dan berakhir di Pasar Triwindu Surakarta.

Parade tersebut diikuti oleh prajurit Kraton Surakarta Hadiningrat, perempuan berkebaya dari Dharma Wanita Persatuan, serta antusiasme tinggi
dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk anak-anak dan komunitas kebaya dari berbagai daerah.

Perhelatan "Pesona Kebaya Nusantara" turut dimeriahkan oleh penampilan memukau dari seniman ternama seperti Sruti Respati dan Yuyun George. Digelar juga pertunjukan musik, tarian tradisional, dan fashion show berkebaya dari berbagai komunitas, sanggar budaya dan sekolah di Surakarta.

Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan interaktif, termasuk workshop berkain, pemanfaatan kain perca, dan pembuatan serabi.

Selain itu, bazar UMKM dan kuliner lokal turut digelar untuk memberdayakan masyarakat sekitar sekaligus melestarikan budaya gastronomi Indonesia.

Puncak acara "Pesona Kebaya Nusantara, Satu Benang Berjuta Cerita" ditandai dengan pemukulan bersama kenong atau alat musik tradisional gamelan Jawa oleh Restu Gunawan, Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Kebudayaan Katharine Grace Fadli Zon, Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual B.R.A Putri Woelan Sari Dewi dan Walikota Solo Respati Ardi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.