Bukan Pertemuan Biasa! DIY dan Jatim Siapkan Gebrakan Pariwisata
📅 Minggu, 27 Jul 2025, 22:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim
SURABAYA – Promosi yang baik dapat menarik minat wisatawan untuk mengunjungi suatu daerah, sehingga meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, pendapatan dari sektor pariwisata juga akan meningkat. Pendapatan ini dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan bagi wisatawan.
Promosi yang efektif dapat membentuk citra positif suatu daerah sebagai destinasi wisata yang menarik dan berkualitas.
Promosi pariwisata dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian budaya dan lingkungan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Dardak bertemu Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kraton Kilen, Yogyakarta, Minggu, untuk bahas promosi pariwisata DIY-Jatim.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya merasa sangat terhormat bisa bersilaturahim langsung dengan Sri Sultan. Beliau adalah tokoh adat, tokoh budaya, sekaligus negarawan yang konsisten menjaga kearifan Budaya Jawa dalam bingkai kebangsaan,” ujar Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Minggu (27/7).
Menurut dia, Jawa Timur dan DIY memiliki banyak peluang untuk terus bersinergi dalam mengembangkan potensi budaya, pariwisata, pendidikan, dan ekonomi kreatif.
Pertemuan berlangsung tertutup namun dalam suasana akrab. Khofifah menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Sri Sultan serta pentingnya kolaborasi antar daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya percaya bahwa kekuatan kolaborasi antardaerah akan menjadi kunci dalam membangun ketangguhan menghadapi masa depan, termasuk isu perubahan iklim, transformasi digital, dan peningkatan daya saing SDM. Dengan sinergi seperti ini, kita bisa saling menguatkan dan tumbuh bersama,” katanya.
Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut baik kunjungan Khofifah-Emil dan menekankan pentingnya harmoni pembangunan yang tetap menjaga keseimbangan sosial serta pelestarian budaya.
“Kita perlu menyatukan langkah, bukan hanya untuk membangun wilayah masing-masing, tetapi juga dalam konteks Indonesia yang beragam ini. Pelestarian budaya tidak boleh ditinggalkan di tengah arus modernisasi. Justru dari budaya inilah karakter bangsa terjaga,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!