Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Di Balik Konflik Perbatasan Thailand-Kamboja, Ada 5 Hal yang Perlu Diketahui

📅 Jumat, 25 Jul 2025, 13:50 WIB | Oleh:
Di Balik Konflik Perbatasan Thailand-Kamboja, Ada 5 Hal yang Perlu Diketahui  Doc: AFP
Ket. Tentara Kerajaan Thailand di Provinsi Chachoengsao pada 24 Juli.

Perselisihan wilayah perbatasan antara Thailand dan Kamboja memanas menjadi konflik paling mematikan antara kedua negara dalam lebih dari satu dekade, sedikitnya belasan orang tewas dalam pertempuran.

Ketegangan kembali berkobar pada akhir Mei lalu setelah seorang tentara Kamboja terbunuh dalam bentrokan perbatasan.

Semenjak itu, kedua belah pihak saling serang dan melakukan tindakan balasan, dan memicu krisis politik di Thailand, hingga peningkatan kekuatan yang dramatis minggu ini.

Berikut lima hal yang perlu diketahui tentang perbatasan yang menyebabkan gesekan antara kedua negara bertetangga ini

1. Warisan Kolonial 

Perbatasan antara Thailand dan Kamboja sepanjang 800 kilometer (500 mil) sebagian besar dibuat saat pendudukan Prancis di Indochina antara tahun 1863 dan pertengahan 1950-an.

Ilmuwan politik Thailand Thitinan Pongsudhirak mengatakan pemetaan yang disepakati antara Prancis dan Kerajaan Siam -- yang mencakup wilayah Thailand saat ini -- tetap menjadi "inti masalah" saat ini.

Dalam Perang Dunia II, Siam memperoleh beberapa wilayah Kamboja namun dipaksa menyerahkannya kembali ke kekuasaan Prancis pada tahun 1946.

Penggulingan rezim komunis Khmer Merah di Kamboja pada tahun 1979 semakin mengaburkan batas-batas wilayah karena anggota terakhirnya melarikan diri ke wilayah perbatasan untuk mencari perlindungan.

Puluhan kilometer masih diperebutkan dan pada tahun 2008 bentrokan militer meletus di sebidang tanah di sebelah kuil Preah Vihear yang berusia 900 tahun dan diakui UNESCO, yang terletak di perbatasan.

Kekerasan sporadis dari tahun 2008 hingga 2011 menyebabkan kematian sedikitnya 28 orang dan puluhan ribu orang mengungsi.

2. Krisis Baru 

Krisis terbaru dimulai pada tanggal 28 Mei ketika seorang tentara Kamboja terbunuh dalam baku tembak dengan tentara Thailand di perbatasan, kedua belah pihak mengklaim bertindak untuk membela diri.

Pembatasan diberlakukan pada penyeberangan perbatasan darat, dan perundingan perdamaian terhenti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.