Di Balik Konflik Perbatasan Thailand-Kamboja, Ada 5 Hal yang Perlu Diketahui
📅 Jumat, 25 Jul 2025, 13:50 WIB | Oleh: Lili LestariPerdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra diskors dari jabatannya setelah dituduh menenangkan Phnom Penh dan melemahkan tentara Thailand dalam panggilan telepon yang bocor dengan mantan pemimpin Kamboja Hun Sen.
Lima personel militer Thailand terluka dalam ledakan ranjau darat di perbatasan minggu ini, yang menyebabkan Thailand menurunkan hubungan diplomatiknya dengan Kamboja.
Thailand melancarkan serangan udara terhadap sasaran militer Kamboja pada hari Kamis saat Kamboja menembakkan roket dan artileri, yang menyebabkan sedikitnya 11 warga sipil tewas dan puluhan lainnya terluka, menurut kementerian kesehatan masyarakat Thailand.
3. Ajudikasi Internasional
Sebaiknya Anda baca juga:
Mahkamah Internasional (ICJ) memberikan Phnom Penh kedaulatan atas kuil Preah Vihear pada tahun 1962 dan atas sebidang kecil tanah di sekitarnya pada tahun 2013, tetapi Thailand tidak mengakui yurisdiksinya.
Perdana Menteri Kamboja Hun Manet mengatakan bulan lalu, pemerintahnya telah mengajukan keluhan baru kepada pengadilan PBB mengenai empat wilayah yang disengketakan, tetapi Thailand telah berupaya mencari solusi melalui mekanisme bilateral yang telah berusia hampir 30 tahun.
Hun Manet pada hari Kamis meminta Dewan Keamanan PBB mengadakan "pertemuan mendesak" mengenai kebakaran lintas perbatasan dengan Thailand.
Sebaiknya Anda baca juga:
Konflik bersenjata tersebut mengundang kekhawatiran dari Tiongkok, Malaysia, Amerika Serikat, dan Prancis. Para diplomat mendesak Phnom Penh dan Bangkok untuk menyelesaikan perbedaan mereka melalui dialog.
4. Dinamika Domestik
Para analis mengatakan konflik tersebut memperlihatkan suasana hati yang tidak nyaman di kedua negara.
Analis politik Ou Virak mengatakan Kamboja "sangat ingin melawan apa yang dapat dianggap sebagai intimidasi oleh tetangga yang lebih besar".
Namun ia memperingatkan "api nasionalisme dapat dengan mudah menyala dan sangat sulit dipadamkan".
Di Thailand, para analis mengatakan konflik ini diperburuk oleh ketegangan jangka panjang antara dinasti politik Shinawatra dan tentara Thailand, yang telah melancarkan belasan kudeta dan tetap sangat berpengaruh dalam periode pemerintahan demokratis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!