Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sumbar Targetkan Tanam 1.000 ha Jagung di Agustus untuk Ketahanan Pangan

📅 Kamis, 24 Jul 2025, 15:50 WIB | Oleh:
Sumbar Targetkan Tanam 1.000 ha Jagung di Agustus untuk Ketahanan Pangan Doc: ANTARA/Muhammad Zulfikar
Ket. Gubernur Sumbar Mahyeldi memberikan paparan terkait rencana penanaman 1.000 Ha jagung di Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (24/7).

Padang Pariaman, Sumbar -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bersama berbagai pihak menargetkan penanaman 1.000 hektare (ha) jagung selama Agustus 2025 dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional.

"Insyaallah Agustus nanti kita menanam 1.000 ha jagung dalam mendukung ketahanan pangan nasional," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi di Kabupaten Padang Pariaman, Kamis.

Hal tersebut disampaikan Gubernur pada peluncuran program ketahanan pangan jagung bertajuk "Ba Jaguang: Dari Ranah Minang untuk Ketahanan Pangan Indonesia" di Kabupaten Padang Pariaman.

Gubernur mengatakan penanaman jagung seluas 1.000 ha tersebut karena hingga kini Sumbar baru bisa memenuhi sekitar 40 persen dari total kebutuhan jagung. Sementara, 60 persen lainnya masih disuplai dari provinsi tetangga hingga negara lain.

Eks Wali Kota Padang tersebut menyebut rata-rata setahun Sumbar baru bisa memproduksi sekitar 700 ribu ton sehingga masih kekurangan 1,2 juta ton untuk berbagai kebutuhan.

Mahyeldi mengatakan kebutuhan jagung di Sumbar tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia dengan berbagai bentuk pangan olahan, namun juga meliputi kebutuhan pakan ternak.

"Kebutuhan jagung di Sumbar tergolong tinggi terutama untuk memenuhi kebutuhan atau permintaan pabrik pakan ternak," ujarnya.

Terkait penanaman jagung di Kabupaten Padang Pariaman yang merupakan inisiasi PT Mekar Agrifin Teknologi (Paten Mekar Tani) bersama Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar, Gubernur menekankan pentingnya menjaga dan mengutamakan kebutuhan lokal.

Menurut Mahyeldi, langkah PT Mekar Agrifin Teknologi bersama Polda Sumbar sangat baik dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo.

Ia mengingatkan agar hasil tanaman jagung tersebut terlebih dahulu mengutamakan kebutuhan Sumbar.  Apabila kebutuhan lokal sudah terpenuhi maka surplus jagung bisa diimpor ke provinsi atau negara lain.

"Harus ada komitmen dengan investor bahwa kita harus memenuhi kebutuhan lokal dulu," ucap Gubernur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Jakarta Model Percontohan Pelayanan Terpadu

59 menit yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Model Percontohan P...
Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.