Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ini Penjelasan Dokter Suzy Maria soal Risiko Pembawa Bakteri Neisseria meningitidis

📅 Jumat, 05 Des 2025, 10:22 WIB | Oleh:
Ini Penjelasan Dokter Suzy Maria soal Risiko Pembawa Bakteri Neisseria meningitidis Doc: Antara Foto
Ket. Dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi imunologi dr. Suzy Maria, SpPD-KAI, M.Sc menyampaikan penjelasan tentang penyakit meningokokus invasif dalam diskusi kesehatan bersama Kalventis di Jakarta

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi imunologi Suzy Maria menyampaikan bahwa orang berusia dewasa muda dan remaja bisa menjadi pembawa Neisseria meningitidis, bakteri penyebab penyakit meningokokus.

"Jangan salah, yang menjadi carrier itu justru pada remaja dan dewasa yang muda. Jadi orang-orang muda sehat inilah yang menjadi penularnya," kata dr. Suzy Maria, SpPD-KAI, M.Sc dalam acara diskusi kesehatan bersama Kalventis di Jakarta, Kamis.

"Jadi ada orang yang sudah punya koloni Neisseria meningitidis, numpang hidup normal, tidak menyebabkan penyakit sama sekali di orang yang membawanya dan dia bisa menjadi penular ke orang lain," kata anggota Satuan Tugas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) itu.

Di negara maju, ia mengatakan, kasus meningokokus banyak ditemukan pada mahasiswa atau anggota militer yang sering berkumpul di ruangan tertutup dalam waktu lama.

"Karena remaja dan dewasa muda senang berkumpul. Jadi, kalau seandainya ada satu aja carrier di kelompok mereka, mereka berkumpul, mereka akan menularkan ke yang lain-lainnya," katanya.

"Jadi itulah yang menyebabkan carrier rate (tingkat pembawa kuman) tinggi," dia menambahkan.

Dokter Suzy mengatakan bahwa Neisseria meningitidis atau meningokokus dapat hidup sebagai komensal di nasofaring.​​​​​​​

Dari nasofaring, bakteri kemudian bisa masuk ke aliran darah. Proses ini dipengaruhi oleh faktor seperti perubahan selaput lendir dan penurunan sistem imun.

Kalau sampai masuk ke aliran darah, dr. Suzy mengatakan, maka meningokokus bisa menyebar ke berbagai organ tubuh dan memicu penyakit yang lebih berat.

"Dia paling sering pergi ke selaput otak atau meninges, yang kemudian kalau meradang disebut penyakitnya meningitis, yang penyebabnya salah satu yang fatal dan cukup sering adalah Neisseria meningitidis atau meningokokus," ia menjelaskan.

"Selain di selaput otak, dia juga bisa infeksi paru, menyebabkan pneumonia,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa infeksi Neisseria meningitidis bisa pula menyebabkan penyakit meningokokus invasif (Invasive Meningococcal Disease/IMD).

Menurut dia, penyakit yang menular melalui percikan cairan saluran pernafasan dari pembawa bakteri meningokokus saat batuk atau bersin ini jarang ditemukan.

Dokter ​​​​​​​Suzy mengatakan bahwa penyakit meningokokus invasif bisa menyerang orang segala usia, tetapi kebanyakan terjadi pada orang yang berusia sangat muda atau sangat tua.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.